Puting Beliung Landa Blora dan Bojonegoro

Selasa , 12 November 2019 | 18:25
Puting Beliung Landa Blora dan Bojonegoro
Sumber Foto BNPB
Sebuah pohon tumbang menimpa sebuah rumah di Blora

BLORA--Hujan lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengakibatkan beberapa rumah warga rusak dan roboh, pada 11 November 2019, pukul 17.00-18.00 WIB. 12 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan, 12 rumah rusak sedang, dan 11 tempat usaha juga mengalami kerusakan.

Angin puting beliung tersebut melanda Kecamatan Cepu, Kecamatan Kedungtuban, Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Japah. 

Tim TRC BPBD Blora telah melaksanakan pendataan dan pemotongan pohon dibantu Polres,Polsek,Koramil,Satpol PP,Pemadam Kebakaran ,Relawan PMI serta pemangku wilayah dan warga setempat. 

Bojonegoro

Sehari sebelumnya, ribuan rumah dilaporkan rusak karena angin puting beliung yang terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur. Puting beliung yang disertai dengan hujan deras itu terjadi sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Angin  juga mengakibatkan pohon  tumbang di beberapa titik jalan protokol.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melaporkan hingga hari ini (11/11) bahwa 1.378 rumah rusak dengan kategori yang berbeda. Rumah rusak berat (RB)  berjumlah 33 unit, rudak sedang (RS) 180 dan rusak ringan (RR) hingga 1.165. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, BPBD juga mengidentifikasi 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan.  

Kerusakan pemukiman tadi tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru.

Sementara itu, bencana dengan kategori hidrometerologi ini tidak menimbulkan korban jiwa. Merespon kejadian tersebut, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan darurat seperti pembersihan material bangunan dan pohon tumbang, serta pendataan kerusakan. Warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal.

Data BNPB mencatat dari Januari hingga November 2019 jumlah puting beliung merupakan kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lain. Sebanyak 1.010 kejadian puting beliung terjadi sepanjang tahun ini. Kejadian puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187 dan mengungsi 41.429. Sedangkan kerusakan pemukiman, bencana ini mengakibatkan rumah RB 1.865 unit, RS 3.134 dan RR 18.211.

Angin puting biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Warga diimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin puting beliung.



Sumber Berita:BNPB
KOMENTAR

End of content

No more pages to load