Dapat Pesan WA Seratusan Siswa Datangi DPR Mau Demo

Rabu , 25 September 2019 | 13:51
Dapat Pesan WA Seratusan Siswa Datangi DPR Mau Demo
Sumber Foto Cnnindonesia
Polisi mengamankan seratusan siswa di seberang Gedung DPR.

JAKARTA - Sejumlah pelajar diamankan petugas di depan Gedung DPR. Para pelajar itu mengaku ingin ikut berdemo menolak RUU meski tak tahu RUU apa yang akan ditolak.

Para pelajar itu diminta untuk duduk berjajar di trotoar depan gerbang utama Gedung DPR yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Jumlahnya ratusan dan mengaku berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tangerang itu diinterogasi dan diomeli oleh polisi.

Beberapa dari mereka ada yang masih menggunakan jaket, seragam putih abu-abu, baju olah raga dan seragam pramuka. Tampak di antara baju yang mereka kenakan tertulis 'SMK Negeri 9 Tangerang' dan SMK Yapisda Cisoka.

Beberapa dari pelajar tersebut mengaku hanya ikut-ikutan teman mereka yang ingin melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Sementara pelajar yang lain mengaku datang ke gedung DPR karena mendapatkan pesan berantai dari grup Whatsapp dan media sosial (medsos)."Mau ikut demo, RUU," kata seorang pelajar laki-laki itu kepada polisi seperti dilaporkan cnnindonesia.com.

Namun, sayangnya, pelajar tersebut tidak bisa menjelaskan lebih lanjut RUU yang dimaksud. Mereka mengaku bolos dari kelas dan ujian yang sedang dilangsungkan hari ini."Pokoknya diajak ikut demo RUU, pokoknya RUU, dapat dari medsos," tambahnya.

Dari beberapa pelajar yang hadir, polisi berhasil menyita beberapa kembang api atau petasan dan juga odol. Polisi mengaku akan mengangkut para pelajar tersebut menggunakan sebuah truk untuk kembali ke sekolah mereka masing-masing.

Petasan yang dibawa tersebut beberpa kali sempat dinyalakan. Petugas sempat menghalau pelajar yang akan berkerumun di depan DPR tersebut.

Sebagian mereka juga lari ke arah seberang gedung DPR melewati jembatan. Seorang siswa bahkan hanya mengomel saat diusir oleh aparat."Begini amat Indonesia," ujar dia sambil melangkah cepat menghindar dari petugas.

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load