Polisi Telusuri Penunggang Kerusuhan di Jayapura

Sabtu , 31 Agustus 2019 | 17:14
Polisi Telusuri Penunggang Kerusuhan di Jayapura
Sumber Foto Dok/Ist
Aksi pembakaran di Jayapura, Papua.
POPULER

JAKARTA - Polisi menelusuri dugaan adanya penunggang di balik demonstrasi berujung kerusuhan di Jayapura, Papua. Total ada 30 tersangka yang bertindak anarkis hingga membuat situasi Jayapura lumpuh.

"(Dugaan penunggang kerusuhan) itu juga bagian dari yang di dalami rekan-rekan penyidik Polda Papua," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Sabtu (31/8/2019).

Ia mengatakan, pihaknya masih mendalami hasil pemeriksaan para tersangka. "Untuk diselidiki lebih jauh peran-perannya dan keterlibatannya," katanya.

Demonstrasi berujung kerusuhan di Jayapura ini terjadi pada Kamis (29/8/2019). Massa saat bergerak ke Jayapura melempar rumah dan toko di pinggir jalan.

Setelah tiba di Kotaraja, massa merusak dan membakar kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Setelah itu, menurut polisi, massa bergerak ke Entrop dan membakar lapak depan PTC (Papua Trade Center)."Kemudian melempari Polsek Jayapura Selatan dan bergerak ke arah Jayapura. Selama perjalanan massa melakukan perusakan dan pembakaran rumah dan bangunan di pinggir jalan," tuturnya.

Massa kemudian membakar kantor Bea-Cukai dan ruko-ruko di sepanjang jalan depan Pelabuhan Laut Jayapura. Massa juga membakar kantor Telkomsel dan ruko di terminal lama Pasar Jaya."Setelah itu, massa bergerak menuju kantor Gubernur Papua di Dok II dan selama perjalanan melakukan perusakan toko buku Gramedia, kantor BI, kantor Jiwasraya, kantor navigasi, kantor perhubungan," dia mengatakan.

Sementara itu, massa yang datang dari Pasir II dan Angkasa membakar Pos Patmor Lumba-lumba Dok V Atas dan menjarah sembako di Toko Egan Dok V Bawah."Selama dalam perjalanan, massa membawa dan mengibarkan bendera bintang kejora dan ada beberapa orang yang membawa senjata tajam," tuturnya sepertid dikutip detik.com.

Tindakan anarkis berlanjut hingga Jumat (30/8/2019) dini hari. Massa juga melakukan penjarahan."Pada Jumat, 30 Agustus, pukul 02.30 WIT, massa membakar kantor KPU Provinsi Papua dan menjarah barang-barang berupa laptop," Dedi menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load