Istana Sebut Papua "Bergejolak" Tidak Bisa Dibiarkan

Jumat , 30 Agustus 2019 | 10:23
Istana Sebut Papua
Sumber FotoDok/Ist
Presiden Jokowi
POPULER

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melakukan langkah strategis untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat. Terutama terkait aksi-aksi di sejumlah kabupaten/kota di sana yang beberapa di antaranya berujung kericuhan.

Jokowi juga sekaligus menginstruksikan untuk menindak secara tegas siapapun yang melakukan kekerasan dan perusakan fasilitas publik. Terbaru, demonstrasi yang berujung kerusuhan terjadi di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

"Presiden selalu mengarahkan bahwa pendekatan kemanusiaan itu paling penting dan terdepan. Namun bukan berarti pendekatan keamanan tidak diperlukan," kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani ketika dihubungi, Jumat (30/8/2019).

Perempuan yang karib dipanggil Dani ini mengatakan pendekatan keamanan menjadi upaya terakhir pemerintah yang dilakukan dengan standar operasional terukur dan akuntabel. Ia meminta semua pihak memahami bahwa yang harus dilakukan saat ini adalah menghentikan 'gejolak' di Bumi Cendrawasih."Ini bukan lagi demonstrasi damai. Melainkan sudah anarkis, sudah menjelma kerusuhan," ujarnya.

Dani menyebut persoalan yang terjadi di Papua dan Papua Barat begitu kompleks, bukan hanya persoalan kesejahteraan semata, tetapi juga masalah keamanan. Menurutnya, tindakan merusak fasilitas umum dan potensi kekerasan atau bahkan penghilangan nyawa seseorang tak mungkin dibiarkan begitu saja. Harus perlu diambil tindakan sesuai konteks dan proporsional."Nanti kalau dibiarkan, negara akan dituduh melakukan pembiaran. Jadi semua itu harus diletakkan sesuai konteksnya dan diletakkan secara proporsional," tuturnya seperti dilaporkan cnnindonesia.com.

Dani menyatakan tindakan rasial kepada siapapun, termasuk masyarakat Papua harus ditolak. Terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur, kata Dani, Polri pun telah menetapkan tersangka dan akan dikenai sanksi hukum yang tegas.

Menurutnya, Jokowi juga sudah menyerukan penegakan hukum tegas kepada para pihak yang 'rasis'. Karena itu tindakan rasial segelintir oknum jangan lantas digeneralisasi seakan itu adalah sikap sebuah komunitas suku atau etnis tertentu."Insiden Malang dan Surabaya merupakan pembelajaran bagi kita semua, agar mengikis dan menghilangkan sikap rasialis dalam diri kita. Dan memandang manusia setara," katanya.

Dalam merespons gejolak ini, lanjut Dani, Jokowi juga akan mengundang para tokoh Papua untuk berdialog bagi kepentingan di sana. Ia mengatakan tugas semua pemangku kepentingan untuk ikut meredam situasi yang panas ini."Papua adalah kita. Kewajiban kita semua untuk menciptakan Papua yang berkeadilan dan menjunjung nilai kemanusiaan," dia menambahkan.

 



Sumber Berita:
KOMENTAR

End of content

No more pages to load