Menko PMK Muhadjir Tinjau Jembatan Yang Hanyut Diterjang Lahar Semeru

Senin , 06 Desember 2021 | 19:27
Menko PMK Muhadjir Tinjau Jembatan Yang Hanyut Diterjang Lahar Semeru
Sumber Foto Dok/Istimewa
Jembatan Gladak Perak lama

MALANG--Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, meninjau kondisi Jembatan Besuk Kobokan yang putus usai dihantam arus lahar dingin dari erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (6/12).

Berdasarkan keterangan yang diterima, Muhadjir didampingi Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Sudirman, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Agus Suprapto, serta jajaran TNI/Polri, dan BNPB-BPBD. Jembatan Besuk Kobokan terletak di Jalan Nasional Turen, Lumajang.

Jalur darat itu menghubungkan Lumajang dan Kabupaten Malang. Akibat putusnya jembatan itu, arus kendaraan dari Malang menuju Lumajang untuk sementara diputar arah melewati Probolinggo. Muhadjir menuturkan, penanganan tanggap darurat bencana awan panas guguran Gunung Semeru harus berfokus pada penyelamatan korban.

Menurutnya, itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, bagi warga yang luka-luka harus mendapatkan perawatan maksimal.

Jembatan Besok Kobokan, lebih dikenal dengan Gladak Perak yang menghubungkan Malang-Lumajang putus akibat erupsi Gunung Semeru. Ada dua jembatan Gladak Perak. Yang lama dibangun pemerintah kolonial Belanda yang tidak lagi digunalkan untuk lalu lintas kendaraan serta jembatan baru yang dibangun 1998. Kedua jembatan tersebut hancur diterjang lahar Semeru.

Jembatan lama merupakan bangunan cagar budaya bersejarah. Jembatan ini terdampak karena terletak di lereng Gunung Semeru, tepatnya di atas Sungai Besuk Sat, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Oleh karena itu, kerusakan tak dapat dihindari oleh jembatan ini.

Jembatan Gladak Perak ini sudah tidak digunakan untuk berlalu lintas lagi karena telah menjadi bangunan cagar budaya. Kini jembatan yang disebut juga sebagai jembatan pancing ini digunakan untuk berwisata oleh masyarakat sekitar termasuk memancing.

Jembatan dengan panjang 100 meter itu kini tinggal kenangan. Jembatan Gladak Perak Lama menjadi tempat wisata sejak tahun 2005.

 

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load