KKB Tembaki Helikopter TNI, Evakuasi Korban Ditunda

Jumat , 17 September 2021 | 19:14
KKB Tembaki Helikopter TNI, Evakuasi Korban Ditunda
Sumber Foto rri.co.id
Evakuasi korban pembakaran Puskesmas Kiwirok, Papua

JAYAPURA--Kodam XVII/Cenderawasih terpaksa kembali menunda proses evakuasi para korban kekerasan KKB dari Kiwirok ke Jayapura. Sebab, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, diduga helikopter sempat ditembak anggota KKB,.

"Sehingga untuk alasan keamanan, saat ini Helikopter TNI AU sudah kembali ke Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura untuk dilakukan pengecekan," kata jBrigjen TNI Bambang Trisnohadi di Papua, Jumat (17/09).

Dia menjelaskan, apabila kondisi helikopter masih memungkinkan untuk melaksanakan proses evakuasi, maka dipastikan proses tersebut akan dilanjutkan, pada Sabtu (18/9) besok pagi.

Terpisah, Danrem 172/Praja Wira Yakti, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, untuk kelanjutan proses evakuasi dengan menggunakan helikopter masih menunggu konfirmasi dari pihak Lanud Silas Papare Jayapura. "Apakah masih memugkinkan atau harus ada alternatf lain untuk mengevakuasi para korban," kata Izak.

Izak mengatakan, untuk jenazah almarhum Gabriela Meilani, petugas kesehatan yang menjadi korban KKB saat ini sudah berhasil dievakuasi dari jurang tempat jenazah almarhum ditemukan. "Memang pada saat proses pengangkatan jenazah Almarhum Gabriela Meilani aparat TNI sempat mendapat gangguan dari KKB. Namun demikian, hal itu bisa ditangani, dan KKB bisa di pukul mundur," kata Izak.

Evakuasi

Izak juga memastikan, saat ini evakuasi juga telah dilakukan meski sempat terdapat serangan dari KKB. “Jenazah Gabriela saat ini sudah dievakuasi dari jurang, tadi dilakukan oleh 10 orang anggota Satgas Pamtas 403/WP, sempat anggota kami diganggu dengan tembakan, tapi sudah kami balas dan kita hantam mundur, situasi sudah kembali kami kuasai,” tegas Danrem 172/PWY, Brigjen. TNI. Izak Pangemanan.

Saat ini lanjut Danrem, pihaknya akan terus mengupayakan agar para korban bisa segera di evakuasi, sembari menunggu konfirmasi dari Lanud Silas Papare Jayapura. 

Jumlah aparat keamanan yang bertugas di Kiwirok, kat dia, saat ini berjumlah sekitar 30 orang, yang terdiri dari Anggota Satgas Pamtas 403/WP 20 orang, anggota Koramil 3 orang, Pos Polisi Kiwirok 6 orang dan 1 pleton personil perkuatan dari Yonif Raider Khusus 751/VJS.

“Distrik Kiwirok berlokasi cukup jauh dari Oksibil, jika menggunakan pesawat sekitar 15-30 menit, tapi jika jalan kaki memakan waktu 1 hari, sebab belum ada jalur jalan yang bisa di tembus,” tutup Danrem.

Puskesmas Dibakar

Dikutip dari iNewsPapua.id, terdapat enam tenaga kesehatan jadi korban KKB di Kiwirok Pegunungan Bintang. Empat orang di antaranya luka-luka, satu orang tewas dan satu dinyatakan hilang.

Aparat keamanan TNI Polri mengevakuasi seorang tenaga kesehatan (nakes) yang terjatuh di jurang atas nama Kristina Sampe. Korban selamat, namun luka-luka di sekujur tubuh.

"Korban sudah dievakuasi Rabu malam dalam kondisi luka-luka, termasuk luka tusuk," kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Kamis (16/9) pagi. Sementara tenaga kesehatan atas nama Gabriel Meilan ditemukan sudah meninggal dunia dan jenazahnya akan dievakuasi dari jurang Kamis hari ini.

Korban Kristina Sampe sudah berada bersama rekan-rekannya yang mengamankan diri di Pos Yonif 403/WP dan mendapatkan pertolongan medis atas luka-luka yang dideritanya. "Dari laporan ada empat orang nakes yang terluka baik luka panah maupun ringan karena dianiaya KKB (kelompok kriminal bersenjata)," ujar dia.

Sementara masih ada satu orang lagi nakes yang dikabarkan hilang dan belum diketahui keberadaannya. Korban diduga kabur saat ada penyerangan KKB.

Sementara Kristina dan Gabriel yang juga melarikan diri saat insiden pembakaran puskesmas di Kiwirok Pegunungan Bintang, ditemukan jatuh di jurang. Sebelumnya KKB menyerang dan melakukan aksi anarkistis di Kiwirok Pegunungan Bintang. Gerombolan ini membakar sejumlah fasilitas umum dan rumah-rumah warga.



Sumber Berita: rri.co.id/ iNewsPapua.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load