Korban Keracunan Nasi Kotak di Ngawi Bertambah Menjadi 60 Orang

Rabu , 23 Juni 2021 | 00:57
Korban Keracunan Nasi Kotak di Ngawi Bertambah Menjadi 60 Orang
Sumber Foto Jatimnow.com
Korban keracunan dibawa petugas ke Puskesmas terdekat

SURABAYA--Korban keracunan nasi kotak massal di Ngawi, Jawa Timur bertambah menjadi 60 orang. 37 orang di antaranya dirawat jalan, 23 jalani perawatan di Puskesmas Padas dan 2 orang dirawat di RSUD dr. Soeroto.

Membludaknya pasien keracunan, sebagian dirawat di tiga puskesmas berbeda. Yaitu puskesmas Padas, Karangjati dan Kasreman.

Bidan Desa Galuh Wigati mengatakan, korban keracunan masih bertambah terus, bahkan undangan lain dari Karangjati dan dari keluarga catering.

Polres Ngawi masih terus menyelidiki penyebab pasti  keracunan massal tersebut. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium di Surabaya.

Polisi juga mencari bukti tambahan termasuk meminta keterangan pemilik catering mulai dari bahan, proses memasak hingga bumbu yang dicampurkam dalam menu nasi kotak tersebut.

Kapolres Ngawi  AKBP I Wayan Wiyata mengatakan, pada hari kedua ini jumlah korban keracunan bertambah dan dirawat di tiga puskesmas dan satu rumah sakit. Kondisinya sebagian mulai membaik namun masih diare.

“Kita sudah diterbitkan laporan polisi sampel masih diperiksa, saksi sudah diambil keteranganya termasuk keterangan dari pemilik usaha catering,” terang Wayan.

Terpisah, pemilik catering Endang Nurviana mengaku heran atas kejadian tersebut. Pasalnya selama 3 tahun usahanya berdiri, baru kali ini terjadi peristiwa keracunan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa kasus tersebut terjadi dalam acara hajatan tiga bulanan bayi di Desa Sukowiyono Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Puluhan orang harus mendapat perawatan serius setelah santap makanan nasi hajatan tersebut.

Mereka keracunan usai santap menu hidangan kenduri tersebut, Minggu (20/6/2021). Mereka tidak ada yang menyangka setelah melahap makanan mengalami muntah-muntah dan diare.

 "Kejadian bermula saat warga memakan nasi kotak acara 3 bulanan yang diadakan salah satu warga," kata Sekdes Sukowiyono Harno, dikutip dari beritajatim.com. 

Sebetulnya, karena PPKM mikro warga tidak boleh mengadakan hajatan. Lalu warga yang mengadakan hajatan memesan 50 nasi kotak katering untuk dibagikan warga.

 



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load