Brimob Perkuat Pengamanan Paska Perusakan Posko Jembatan Suramadu

Jumat , 18 Juni 2021 | 15:09
Brimob Perkuat Pengamanan Paska Perusakan Posko Jembatan Suramadu
Sumber Foto SINDONews.com
Posko penyekatan di jembatan Suramadu yang dirusak massa

SURABAYA--Polda Jawa Timur akan mengirim pasukan Brimob untuk memperkuat pengamanan fasilitas penyekatan jembatan Suramadu, setelah terjadinya perusakan posko di jembatan penghubung Surabaya dan Pulau. Madura tersebut.

Dikutip dari Jawa Pos, kericuhan dan perusakan posko di Jembatan Suramadu terjadi pada Jumat (18/6) dini hari. Sebuah video viral memperlihatkan puluhan orang yang akan dites swab merangsek dan merusak meja pendaftaran.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jatim Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan pihaknya akan menambah pasukan dan memperketat pengamanan di Posko Penyekatan Suramadu sisi Surabaya. Penambahan personel itu dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang sama.

”Karena dalam kericuhan itu, nakes menjadi target serangan massa,” ujar Slamet Hadi Supraptoyo.

Massa yang terburu-buru akan berangkat kerja, mengeluhkan pelayanan tes swab yang terlalu lama. Sehingga, mereka pun langsung merangsek maju dan meminta nakes untuk menyegerakan pelaksanaan tes.

”Penambahan personel, kemudian rekan-rekan tenaga kesehatan tentunya adalah evaluasi kita untuk perbaikan ke depan,” kata Slamet Hadi Supraptoyo.

Dia meminta warga untuk memahami bahwa penyekatan dan tes swab itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mengingat kondisi Covid-19 di Bangkalan masih memprihatinkan.

Per Kamis (17/6), tercatat ada 735 kasus di Bangkalan. Sebanyak 80 di antaranya adalah kasus baru. total hingga Kamis ada 2.560 kasus positif, sebanyak 1.576 di antaranya dinyatakan sembuh.

”Kegiatan ini tentunya adalah untuk melindungi saudara-saudara kita. Untuk itu, tolong kita bersama-sama menahan diri, apa yg dilakukan rekan-rekan TNI, Polri, dan Dinkes, ini semata-mata keterpanggilan jiwa kita, untuk menyelamatkan warga masyarakat. Khususnya di Jatim,” tutur Slamet Hadi Supraptoyo.

Slamet mengakui memang ada kekurangan dalam pelaksanaan penyekatan. Untuk itu, dia meminta warga lebih sabar menunggu giliran swab. Sehingga tidak membuat sebagian orang yang memiliki keperluan mendesak jadi terburu-buru sehingga harus merebut KTP yang dipegang petugas.

Soal tambahan personel, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, pihaknya sudah mendatangkan 1 peleton anggota Brimob Polri. ”Sudah ada 1 peleton. Jadi sekitar 25 orang,” tutur Ganis.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, salah satu penyebab tingginya angka kedatangan warga asal Bangkalan karena tenda penyekatan sisi Madura Jembatan Suramadu belum siap.

”Harusnya kan tenda di Bangkalan itu dilakukan swab test. Ternyata tadi Bangkalan belum mulai sehingga menumpuk di sini,” jelas Irvan.

 

 



Sumber Berita: Jawa Pos
KOMENTAR

End of content

No more pages to load