Badai Siklon Tropis Landa NTT, Warga Diminta Tidak Keluar Rumah

Minggu , 04 April 2021 | 11:05
Badai Siklon Tropis Landa NTT, Warga Diminta Tidak Keluar Rumah
Sumber Foto Kupang Pos
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Tim

KUPANG--Warga Nusa Tenggara Timur diimbau untuk tidak keluar rumah menyusul Badai Siklon Tropis yang menerjang wilayah itu sejak Jumat, 2 April 2021 lalu. 

Himbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke kepada POS-KUPANG.COM pada Minggu, 4 April 2021 pagi.

Thomas menyebut, hingga Minggu pagi, sebanyak 8 kabupaten/kota di NTT dilaporkan terdampak akibat cuaca ekstrem yang disebabkan Badai Siklon Tropis yang bergerak di Laut Sawu. 

Kedelapan daerah itu terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Malaka, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur khususnya wilayah pulau Adonara.

Thomas menyebut dua wilayah terparah yakni di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Malaka. 

Di Pulau Adonara, kata dia, terjadi banjir bandang pada Sabtu, 3 April 2021 kemarin. Hingga kini pihak BPBD masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah itu. 

Sementara itu, akses dari 4 kecamatan di ke Betun,  ibukota Kabupaten Malaka juga putus total akibat bergesernya jembatan Benenain di Wilayah Weliman. Hal itu disebabkan meluapnya daerah aliran sungai (DAS) Benenain.

Terkait banjir itu, Thomas berharap bisa segera surut jika intensitas hujan menurun. 

Selain 8 daerah itu, Thomas juga menyebut masih ada laporan dari daerah terkait potensi bencana di wilayah lain. "Masih masuk lagi laporan mungkin ditambah 3-4 kabupaten yang terdampak," kata Thomas.

Namun demikian, pihaknya terus bersiaga meski iklim Siklon Tropis yang berada di Laut Sawu sedang bergerak ke selatan dan menjauhi wilayah Indonesia.

Harapannya pembentukan awan tidak terlalu tinggi sehingga intensitas hujan dan badai bisa menurun. "Kita masih siaga terus karena iklim siklon tropis di laut sawu memang bergerak ke arah selatan menjauhi Indonesia," kata Thomas. 

Pihak BPBD menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai. Ia menyebut, potensi badai siklon tropis ini masih terjadi tiga hari hingga sepekan ke depan.

"Himbauan kita agar masyarakat jangan keluar rumah dulu karena intensitas hujan masih tinggi dan bisa berdampak pada pohon tumbang. Masyarakat menjaga diri dulu, jangan keluar karena tiga hari sampai satu Minggu kedepan ini kita masih siaga betul," imbau Thomas.





Sumber Berita: Kupang Pos
KOMENTAR

End of content

No more pages to load