Kasus Positif COVID-19 Tambah 11.984, Total Kasus Capai 1.111.671

Rabu , 03 Februari 2021 | 16:43
Kasus Positif COVID-19 Tambah 11.984, Total Kasus Capai 1.111.671
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi grafis.

JAKARTA - Jumlah kasus positif COVID-19 di Tanah Air mencapai 1.111.671 kasus, seiring penambahan kasus positif sebanyak 11.984 pasien pada Rabu (3/2). Dari total angka tersebut, sebanyak 30.770 orang meninggal dunia, usai penambahan kasus kematian sebanyak 189 orang pada hari ini.

Satgas Penanggulangan Covid-19, dalam laporan hariannya turut mencatat sebanyak 9.135 pasien sembuh pada hari ini. Akumulasi total kesembuhan pasien berada di angka 905.665 sejak pandemi bermula hampir setahun lalu. Jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 74.965 unit. Sementara itu jumlah suspek covid-19 hingga hari ini sebanyak 76.657 pasien. Sedangkan kasus aktif berada di angka 175.236 pasien.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) meliputi Jawa-Bali dianggap belum menunjukkan dampak signifikan dalam menekan laju penyebaran corona di Tanah Air. Presiden Jokowi bahkan telah meminta perbaikan penerapan PPKM, dan menginginkan agar pembatasan dilakukan di tingkat mikro, seperti RT dan RW.

"Arahan Bapak Presiden agar penanganan covid dilakukan secara lebih efektif dan tentu saja itu bisa dilakukan dengan optimalisasi efektivitas pembatasan kegiatan masyarakat," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Rabu (3/2).

Airlangga berkata pengetatan ini dilakukan di 98 kabupaten/kota yang saat ini menerapkan PPKM Jawa-Bali. Dia menyebut pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pembatasan kegiatan masyarakat. 

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) meliputi Jawa-Bali dianggap belum menunjukkan dampak signifikan dalam menekan laju penyebaran corona di Tanah Air. Presiden Jokowi bahkan telah meminta perbaikan penerapan PPKM, dan menginginkan agar pembatasan dilakukan di tingkat mikro, seperti RT dan RW.

"Arahan Bapak Presiden agar penanganan covid dilakukan secara lebih efektif dan tentu saja itu bisa dilakukan dengan optimalisasi efektivitas pembatasan kegiatan masyarakat," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Rabu (3/2).

Airlangga berkata pengetatan ini dilakukan di 98 kabupaten/kota yang saat ini menerapkan PPKM Jawa-Bali. Dia menyebut pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pembatasan kegiatan masyarakat. Presiden Jokowi sempat menyatakan PPKM Jawa-Bali tidak efektif menekan laju penularan Covid-19. Menurutnya, mobilitas warga masih tinggi meski ada pembatasan.

Upaya lain yang dilakukan, diketahui bahwa Kemenkes kembali mengajukan anggaran hingga Rp132 triliun ke DPR untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Kemenkes menyebut anggaran tersebut bakal digunakan untuk vaksinasi Covid-19, perawatan pasien hingga penguatan 3T (testing, tracing, treatment).

"Rinciannya paling banyak itu vaksin. Jadi komposisinya 13 triliun untuk penguatan 3T, vaksin dan pelaksanaan distribusinya itu Rp59 triliun. Dan untuk pengobatan perawatan yang di rumah sakit itu Rp59,6 triliun, dan ada sedikit untuk penelitian Rp0,7 triliun," ujar Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Rabu (3/2).

Diketahui sebelumnya, dalam APBN 2021 pemerintah telah mengalokasikan Rp84,3 triliun untuk Kementerian Kesehatan. "Rp132 T itu additional untuk Covid-19. Kalau total anggaran Kemenkes untuk 2021 sekitar Rp84,3 T," imbuh Nadia. (E-4)



Sumber Berita: CNN Indonesia.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load