Polisi Tutup Lokasi Proyek PLTPB, 5 Orang Tewas Terpapar Gas

Selasa , 26 Januari 2021 | 08:23
Polisi Tutup Lokasi Proyek PLTPB, 5 Orang Tewas Terpapar Gas
Sumber Foto rri.co.id
Ilustrasi

JAKARTA--Polisi menutup lokasi pembangunan power plant Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang dikerjakan PT. Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP), menyusul terjadi kasus meningglnya lima orang karena menghirup gas beracun di proyek tersebut.

Seain lima orang meninggal, sebanyak 20 orang lainnya terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat pada Senin (25/1) kemarin

"Akibat jatuhnya korban jiwa karena menghirup gas beracun, untuk sementara lokasi pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi PT SMGP telah ditutup Polres Madina. Polisi sudah melakukan pengecekan dan olah TKP dan memasang garis polisi. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi seperti dikutip Teras Sumut dari akun Instagramnya.

Dikutip dari rri.co.id, kelima warga yang meninggal dunia bernama bernama Suratmi (46), Laila Zahra (5), Yusnidar (3), Dahni, Syahrani (14). Korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RSUD Panyabungan untuk dilakukan visum.

Seorang personel polisi bernama Aipda Lestari juga dilarikan ke Puskesmas akibat menghirup gas beracun tersebut.

Hadi menyebutkan PT. SMGP memang tengah membangun power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Madina. Pengerjaan pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah berjalan 80 persen.

“Saat itu ada pekerja PT SMGP yang bernama Deden Dermawan membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend dan membuka kran isolasi palep panas bumi atau fluida agar mengalir ke silencer tersebut," jelasnya.

Menurut, Hadi pipa kran isolasi panas bumi yang dibuka tersebut malah mengeluarkan gas beracun. Kemudian warga yang mengetahui itu mendatangi pekerja memberitahukan agar menutup kran isolasi karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur T02 milik PT SMGP tersebut.

"Warga mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun itu. Akibatnya 20 orang pingsan dan lima orang meninggal dunia. Untuk para korban yang pingsan sudah dilarikan ke Puskesmas di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal," ungkapnya.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load