Paska Kecelakaan, Hanafi Rais Dirawat Intensif di RS Siloam Purwakarta

Minggu , 18 Oktober 2020 | 13:56
Paska Kecelakaan, Hanafi Rais Dirawat Intensif di RS Siloam Purwakarta
Sumber Foto Kompas.com
Hanafi Rais

JAKARTA--Ahmad Hanafi Rais mendapat perawatan intensif usai kecelakaan beruntun di Tol Cipali. Putra Amien Rais itu mengalami luka di kepala dan perut.

"Beliau ini (Hanafi Rais) terdapat luka robek di bagian dahi jadi luka di kepala dan ada luka memar di perut bagian kiri bawah, keluhan nyeri di perut sama sakit kepala. Kita sudah melakukan penanganan sesuai prosedur dilakukan CT scan, dilakukan pemeriksaan darah, nah pada pemeriksaan darah terjadi penurunan Hb sehingga kita curiga terdapat luka di dalam perut," ujar dokter jaga IGD RSU Abdul Radjak Purwakarta yang menangani korban, Yuli Kurnia, ditemui di IGD rumah sakit, Minggu (18/10).

Yuli mengatakan hasil, selain dirinya, dokter spesialis bedah pun turut melakukan pemeriksaan kondisi korban, ia menyatakan korban harus segera dilakukan pemeriksaan USG pada bagian perut untuk mengetahui apakah ada pendarahan di dalam perut atau tidak.

"Kita sarankan beliau harus melakukan USG karena penurunan Hb itu khawatir ada pendarahan di dalam perut, Hb normalnya 14, ini pak Hanafi turun terus tadi 13,7 turun ke 12,1 setiap dua jam kita cek terakhir di 11,4" ungkap dokter, seperti dikutip DetikNews.com.

Namun karena kondisi peralatan di RSU Adbul Radjak sedang libur dan tidak dapat melakukan USG, maka korban dilakukan rujukan ke rumah sakit yang bisa beroperasi.

"Mohon maaf alat kami karena posisinya sedang libur jadi pasien di rujuk ke RS Siloam Purwakarta yang bisa beroperasi," katanya.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan RS Siloam Purwakarta, pasien Hanafi Rais saat ini tengah dalam tindakan tim medis, pasien pun sudah di temani ayahnya Amien Rais.

"Sudah di IGD lagi tindakan, di dalam ada pak Amien Rais," ujar salah satu satpam RS Siloam Purwakarta yang tidak berkenan dia sebutkan namanya, ditemui di depan rumah sakit sembari jaga.



Sumber Berita: DetikNews
KOMENTAR

End of content

No more pages to load