Pollycarpus Budihari Priyanto Meninggal Dunia

Sabtu , 17 Oktober 2020 | 18:14
Pollycarpus Budihari Priyanto Meninggal Dunia
Sumber Foto dok/Detik.com
Pollycarpus Budihari Priyanto semasa hidup.

JAKARTA - Pollycarpus Budihari Priyanto, orang yang terlibat dalam pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib meninggal dunia, Sabtu (17/10/2020) sore ini. Pria yang berprofesi sebagai pilot itu meninggal dunia sore tadi di RSPP, Jakarta Selatan.

"Baru saja saya konfirmasi ke teman dokter di RSPP, benar beliau telah mendahului kita. Innalillahi wainna ilaihi rajiun," kata Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Picunang memberi konfirmasi soal kabar Pollycarpus meninggal dunia.

Pollycarpus dikabarkan meninggal dunia dalam keadaan positif Corona. Hanya saja, Picunang belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut."Masalah Covid-19 tidaknya saya tidak tahu, beritanya saya dapat dari teman yang istrinya sebagai dokter yang menangani Covid-19 di RSPP. Beliau dirawat di RSPP," ia menyebutkan.

Picunang mengaku, terakhir bertemu dengan Pollycarpus pada Agustus lalu saat Rakernas Partai Berkarya di Surabaya, Jawa Timur. Menurutnya, Pollycarpus belakangan juga aktif membagikan obat herbal virus Corona.

"Beliau aktif bagi-bagi obat herbal anti Covid-19. Beliau keluarga besar kami di Partai Berkarya. Mohon doa semuanya semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan mohon maaf bila ada khilaf beliau. Beliau orang baik," ia menambahkan seperti dilansir detik.com.

Pollycarpus adalah mantan pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004. Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, ia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014.

Tak banyak kabar soal dirinya setelah bebas dari Lapas Sukamiskin. Polly dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018. Polly sempat dikabarkan bergabung ke Partai Berkarya, yang saat itu dipimpin oleh Tommy Soeharto. Belakangan ia kemudian membantahnya.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load