Mahfud: Karena Tingkahnya, Djoko Tjandra Bisa Dihukum Lebih Lama

Sabtu , 01 Agustus 2020 | 09:45
Mahfud: Karena Tingkahnya, Djoko Tjandra Bisa Dihukum Lebih Lama
Sumber Foto Istimewa
Menko Polhukham Mahfud MD

JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md mengatakan, pelanggaran hukum yang dilakukan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dapat membuat hukumannya lebih lama.

"Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara 2 tahun. Karena tingkahnya dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama," kata Mahfud seperti dikutip dalam aku Twitter resminya, Sabtu (1/8/2020).

Mahfud mengatakan sejumlah pidana yang dilakukan selama dirinya melarikan diri  diantaranya, pelanggaran pidana penggunaan surat palsu serta penyuapan.

"Dugaan pidananya antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya," ucap Mahfud.

Mahfud Md sendiri mengaku tidak kaget dengan penangkapan buronan Djoko Tjandra. Sejak 20 Juli 2020, Mahfud mengaku sudah tahu bahwa Djoko akan segera ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia. 

"Saya tidak kaget karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk buat rencana operasi penangkapan," kata Mahfud dalam press update yang diberikan oleh Humas Kemenko Polhukam, di Jakarta, Jumat dini hari.

Diketahui, terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar ini ditangkap di Malaysia. Dia diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (30/72020) malam.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load