Intensitas Kegempaan Meningkat Selama Juni Lalu

Rabu , 01 Juli 2020 | 05:42
Intensitas Kegempaan Meningkat Selama Juni Lalu
Sumber Foto BNPB
Ilustrasi

JAKARTA--Intensitas kegempaan selama Juni meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, demikian pula jumlah gempa dengan magnitudo lebih dari 5.0 pda skala Richter.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, mengatakan selama bulan Juni tercatat 667 gempa tektonik dengan magnitudo dan kedalaman yang bervariasi. “Jumlah ini meningkat dibandingkan pada bulan sebelumnya, Mei 2020, sebanyak 557 kali,” ucapnya, Selasa (30/6). 

Selain itu, katanya, gempa signifikan terjadi pada bulan Juni sebanyak 16 kali dengan magnitudo lebih dari 5,0,lebih banyak dibadingkan Mei sebanyak 13 kali. 

Hasil pantauan BMKG, selama Juni tercatat gempa merusak sebanyak dua kali, yakni gempa Aceh-Sabang (4/6) dengan magnitudo 4,8 Richter yang merusak beberapa rumah. Pada tanggal yang sama terjadi gempa di Maluku dengan magnitudo 6,8 Richter yang merusak ratusan rumah. 

Menurut Triyono, gempa M6,8 yang terjadi di Maluku Utara ini dipicu oleh subduksi Lempeng Laut Filipina. Kerusakan ratusan rumah terjadi di Pulau Morotai, Maluku Utara. 

BMKG menganalisis sejumlah gempa tektonik tersebut berada di zona aktif gempa wilayah Aceh-Sabang, Bengkulu, Lampung, selatan Banten dan Jawa Barat, selatan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Banda, Palu, Poso, Morowali, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Mamberamo dan Papua. 

 

Dikutip dari laman resmi BNPB, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati memaparkan bahwa berdasarkan data InaRISK, Indonesia memiliki potensi bahaga gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Wilayah Indonesia yang berpotensi bahaya mencakup lebih dari 52 juta hektar, sedangkan populasi terpapar hingga lebih dari 86 juta jiwa. 

 



Sumber Berita: BNPB

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load