Banjir-Longsor di Geopark Ciletuh, Aktivitas Warga Terganggu

Senin , 17 Februari 2020 | 09:25
Banjir-Longsor di Geopark Ciletuh, Aktivitas Warga Terganggu
Sumber Foto dok/ist
Longsor di jalur kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi.

SUKABUMI - Akses jalan keluar dan masuk menuju kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, hingga pagi ini masih terisolir. Timbunan longsor masih menimbun di ruas jalan menuju arah Palabuhanratu maupun Loji.

Detik.com melaporkan, sejumlah wisatawan masih bertahan di sekitar home stay milik warga. Mereka parkirkan kendaraan di sejumlah minimarket dan tepi jalan di kawasan wisata tersebut. Selain itu aktivitas warga, khususnya pelajar, juga terganggu.

"Di lokasi titik longsor pertama di Tanjakan Cipeucang, longsor menutup seluruh bagian jalan yang titik pertama (timbunan) kurang lebih sekitar panjang 40 meter. Banyak pelajar dan warga yang hendak bepergian tertahan dan kemungkinan para pelajar ini tidak bisa sekolah terutama mereka yang berdomisili di Desa Taman Jaya-Ciwaru," kata warga, Aris Irvan, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, saat ini alat berat sudah mulai diterjunkan. Raungan suara kendaraan alat berat sudah mulai terdengar beraktivitas menyingkirkan material longsor. "Di bagian atas beko sudah mulai turun, semoga alat berat bisa menyelesaikan masalah longsor di tanjakan Cipeucang," tuturnya.

Sebenarnya ada akses alternatif lain untuk keluar dari kawasan Geopark Ciletuh yakni melalui jalur Loji. Namun, akses jalan tersebut juga mengalami longsor yang juga cukup parah."Jalur Loji di wilayah Ciemas bawah atau tanjakan Puncak Soca juga mengalami longsor. Sehingga kendaraan roda dua ataupun empat tidak bisa keluar, kondisinya terisolir," katanya.

Sungai Cikalong, Desa Mekarsakti, masih di kawasan Geopark Ciletuh, juga dikabarkan sempat meluap dan merendam pemukiman warga, Minggu (16/2/2020). Rumah milik Aep, warga setempat, hancur karena kejadian tersebut.

"Ketinggian air dikabarkan hampir dua meter, dinding rumah Pak Aep hancur karena terkena material kayu pohon yang tumbang. Seluruh barang berharga dan surat-surat penting terbawa hanyut, bahkan peralatan elektronik terseret sampai tengah sawah," katanya.

Aris menginformasikan, banjir juga sempat menggenangi akses jalan dan meninggalkan genangan lumpur. "Akses jalan juga tertutup, namun menuju sore perlahan mulai surut," ucapnya.

Satgas Bencana Polres Sukabumi saat ini masih melakukan upaya pembersihan material longsor di kawasan menuju Geopark Ciletuh. Bersama Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Barat mereka membuka jalan yang diterjang longsor.

"Pagi ini akan dilakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat milik dinas PU, semua elemen bergerak untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor untuk kemudian melakukan penanganan-penanganan yang diperlukan di wilayah tersebut," kata Kepala Urusan Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman.(*)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load