Serikat Karyawan Bulog Dukung Penguatan Peran Komersial

Kamis , 05 Desember 2019 | 10:00
Serikat Karyawan Bulog Dukung Penguatan Peran Komersial
Sumber Foto : Istimewa
Dirut Bulog Budi Waseso memegang kemasan beras sachet

JAKARTA - Serikat Karyawan (Sekar) Perum Bulog mendukung penuh kebijakan manajemen perusahaan yang fokus pada penguatan peran komersial serta mendukung sinkronisasi kebijakan sebagai bentuk keberpihakan pada petani dan konsumen.

"Dukungan kepada Manajemen difokuskan kepada penguatan komersial perusahaan, yang sejalan dengan penugasan Pemerintah terhadap penyediaan beras bagi masyarakat secara umum maupun masyarakat berpenghasilan rendah," kata Ketua Sekar Perum Bulog Febby Novita melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan akan memperkuat perannya sebagai BUMN pangan dengan memperbesar porsi penjualan beras secara komersial, daripada untuk penugasan pada tahun 2020.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini porsi penjualan beras untuk komersial sebesar 20 persen, sementara beras untuk penugasan pemerintah sebesar 80 persen. Pada 2020 mendatang, Bulog ini porsi untuk penjualan beras komersial bertambah menjadi 50 persen.

"Tahun depan keinginan saya bisa 50:50 karena kita kan dananya dari komersial. Kalau kita gunakan komersial 50 persen, paling tidak berarti Bulog bisa mendapatkan keuntungan. Kalau hanya 20 persen komersial, itu terlalu kecil untuk membiayai operasional Bulog," kata Budi Waseso atau Buwas pada konferensi pers di Gedung Bulog Jakarta, Selasa (3/12).

Strategi Bulog untuk memperkuat bisnis komersial ini sejalan dengan berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Selain itu, Bulog juga bisa memperoleh keuntungan dan mencicil pembayaran utang perusahaan.

Menyinggung kebijakan disposal beras, Febby Novita menilai direksi Bulog sudah tepat melakukan pelepasan stok beras yang mengalami turun mutu sebanyak 20.000 ton.

Beras yang dinyatakan turun mutu tersebut telah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan BPOM.

Beras yang masuk ke Gudang Bulog juga telah melalui proses pemeriksaan kualitas oleh surveyor independen, dan perawatan kualitas dalam gudang sesuai dengan SOP yang berlaku sehingga beras selalu dalam kondisi segar dan baik

"Kami sudah pastikan apabila beras tersebut masih memiliki manfaat akan dilakukan pengolahan, penukaran, penjualan dibawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan," kata Febby.

Pelepasan stok ini telah sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

Febby juga mendukung pernyataan Dirut Bulog Budi Waseso bahwa penyerapan gabah dan beras yang dilakukan Bulog dalam rangka penugasan pemerintah, apabila ada potensi kerugian atas penugasan tersebut akan ada kompensasi dari Pemerintah. (E-3/ant)

 

 

 

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load