• Selasa, 7 Februari 2023

Aneh Tapi Nyata, Muncul Pulau Baru di Tanimbar Maluku Paska Gempa

Banjar Chaeruddin
- Selasa, 10 Januari 2023 | 21:23 WIB
Fenomena pulau baru di Desa Teinaman kecamatan Tanimbar utara, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku. ANTARA/Ho-Dokumentasi warga.
Fenomena pulau baru di Desa Teinaman kecamatan Tanimbar utara, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Maluku. ANTARA/Ho-Dokumentasi warga.

SINAR HARAPAN--Ada fenomena baru di perairan Tanimbar. Sebuah daratan berbentu pulau muncul setelah terjadi gempa dengan magnitudo 7.5 di Maluku pekan ini.

Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eko Yulianto menyatakan fenomena pulau baru di Desa Teinaman Kecamatan Tanimbar Utara, setelah gempa kemarin diakibatkan patahan gempa bumi.

"Pembentukan pulau baru terjadi dalam istilah geologi disebut patahan, dimana proses pengangkatan penurunan daratan terjadi akibat mekanisme siklus gempa," katanya dikutip Antara, Selasa.

Diketahui, perairan Maluku diguncang gempa magnitudo 7.9 pada Selasa dini hari, kemudian disusul gempa magnitudo 7.5 dan beberapa gempa lainnya.

Eko Yulianto menjelaskan, pengangkatan dan penurunan daratan oleh mekanisme siklus gempa, disebabkan dua fase utama yakni inter seismic merupakan fase awal gempa bumi dan fase coseismic adalah fase ketika gempa tektonik terjadi.

"Seperti yang pernah terjadi pada kasus gempa tsunami Aceh tahun 2004, munculnya pulau dengan ketinggian mencapai tiga meter," katanya.

Fenomena munculnya pulau baru di Tanimbar, besar kemungkinan sebelum munculnya pulau baru, laut dangkal sehingga ketika gempa menyentak, maka dasar laut dangkal ini bisa menyembul ke atas permukaan laut menjadi pulau baru.

"Untuk mengkonfirmasi prosesnya seperti apa sebelum kejadian gempa, kemungkinan masyarakat sudah mengamati apakah laut dangkal relatif dekat dengan permukaan air sehingga dengan sekali hentakan kejadian gempa, maka kemudian seolah-oleh muncul menjadi pulau baru," katanya.

Pada prinsipnya, kata Eko, hampir seluruh kepulauan di Indonesia sebagian besar terbentuk karena proses tektonik dan vulkanik, mengakibatkan semua yang berada di bawah laut, dalam satu masa muncul ke atas permukaan laut.

Indonesia merupakan negara yang memiliki gunung api paling banyak di dunia dan proses pembentukan gunung itu menjadi salah satu faktor yang kemudian menyebabkan munculnya daratan keluar dari lingkungan perairan atau laut.

Kemudian faktor kedua, disebut sebagai tektonik karena pengangkatan daratan itu secara perlahan-lahan, juga secara cepat mengikuti siklus gempa bumi.

"Saat energi terkumpul melampaui plastisitas kerak bumi, kerak patah dan terangkat menjadi pulau baru," katanya.*

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Magnitufdo 5.4 Guncang Pulau Saringi NTB

Senin, 6 Februari 2023 | 14:23 WIB

Gempa Guncang Perairan Morotai pada Jumat Pagi

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:03 WIB

Gempa Bumi Landa Pesisir Barat Bengkulu

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:31 WIB

Gempa Guncang Ruteng NTT Malam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:27 WIB

Unjuk Rasa Aremania Ricuh, Tiga Orang Terluka

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:11 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Bumi Petang Tadi

Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:59 WIB

Bandung Beberapa Kali Diguncang Gempa

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:01 WIB

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Jayapura dan Sekitarya

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:22 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini

Sabtu, 21 Januari 2023 | 07:49 WIB

Gempa Guncang Laut Banda Akibat Subduksi

Jumat, 13 Januari 2023 | 22:33 WIB

Hari Ini Gunung Semeru Erupsi Lagi

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:39 WIB
X