Jimly Asshiddiqie Resmikan Jimly Books Corner di 10 Universitas

- Senin, 5 Desember 2022 | 16:41 WIB
Suasana pemotongan pita oleh Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata sebagai simbol peresmian itu Jimly Books Corner di 10 universitas, di Kantor Komisi Yudisial RI, Jakarta, Senin (5/12/2022). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.
Suasana pemotongan pita oleh Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata sebagai simbol peresmian itu Jimly Books Corner di 10 universitas, di Kantor Komisi Yudisial RI, Jakarta, Senin (5/12/2022). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

SINAR HARAPAN--Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie meresmikan pojok baca yang berisi buku-buku karyanya, yakni Jimly Books Corner di sepuluh (10) perguruan tinggi atau universitas di Tanah Air.

"Ini untuk awal, peresmian books corner lainnya (direncanakan) untuk 1.000 perpustakaan di universitas dan perpustakaan daerah," ujar Jimly dalam acara peluncuran dua buku karyanya dan peresmian Jimly Books Corner di Kantor Komisi Yudisial RI, Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, peresmian itu ditandai dengan pemotongan pita Jimly Books Corner oleh Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata.

Lebih lanjut, Jimly mengatakan Jimly Books Corner yang ada di sepuluh perguruan tinggi itu berada di masing-masing perpustakaan kampus. Adapun sepuluh universitas itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Surabaya, dan Universitas Diponegoro. Berikutnya, Universitas Andalas, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Jenderal Ahmad Yani, Universitas Al-Azhar Indonesia, dan Universitas Hang Tuah.

Jimly mengatakan peresmian Jimly Books Corner ditujukan agar seluruh pihak, terutama mahasiswa dan para pembuat kebijakan dapat membaca buku-buku karyanya.

"Ini supaya buku saya dibaca. Saya merasa buku saya banyak ide yang perlu diketahui. Soal enggak setuju, terserah pembaca, tapi baca dulu," ujar dia.

Ke depannya, Jimly berharap ia dapat meresmikan Jimly Books Corner di seluruh universitas serta perpustakaan daerah di Indonesia. Bahkan, ia menargetkan idealnya jumlah Jimly Books Corner dapat mencapai 10.000 pojok baca dan tersebar di seluruh universitas dan perpustakaan daerah.

Ia berharap pula ide atau gagasan darinya yang dimuat dalam buku-buku di Jimly Books Corner dapat membuat para pembuat kebijakan melahirkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan berpihak pada rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefuddin merasa bangga Al-Azhar Indonesia terpilih menjadi salah satu universitas yang memiliki Jimly Books Corner. Ia berharap buku-buku karya Jimly Asshiddiqie dapat dibaca oleh semua mahasiswa.

"Semoga buku-buku itu bisa juga dibaca oleh semua mahasiswa, bukan hanya mahasiswa fakultas hukum," ucap dia.

Kesadaran kolektif

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai tema besar dalam dua buku karya pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie dapat menggugah kesadaran dan komitmen kolektif masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa tentang persoalan mendasar dalam kehidupan berbangsa.

"Prof. Jimly mewacanakan narasi serta wawasan kebangsaan untuk menggugah kesadaran kolektif bangsa Indonesia tentang berbagai persoalan mendasar dalam kehidupan berbangsa," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, saat menjadi pembicara kunci dalam acara peluncuran dua buku karya Jimly Asshiddiqie, yakni Teokrasi, Sekularisme, dan Khilafahisme; serta Oligarki dan Totalitarianisme Baru di Kantor Komisi Yudisial, Jakarta, Senin.

Menurut Bamsoet, dalam buku TeokrasiSekularisme, dan Khilafahisme, Jimly menggugah kesadaran kolektif mengenai persoalan hubungan negara dan agama di Tanah Air yang pada dasarnya sebagai negara Pancasila, pengamalan agama dan penyelenggaraan negara Indonesia dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Sementara itu, dalam buku Oligarki dan Totalitarianisme Baru, Jimly dinilai menggugah kesadaran kolektif bahwa bangsa Indonesia telah bersepakat kekuasaan negara dan pemerintahan, terutama kekuasaan untuk mengelola serta memanfaatkan sumber daya material negara, tidak boleh hanya dikendalikan atau dikuasai oleh segelintir kelompok elite.

Lebih lanjut, melalui buku Teokrasi, Sekularisme, dan Khilafahisme, Bamsoet menilai Jimly menyajikan kumpulan tulisan yang bertautan dengan eksistensi paham ketuhanan dan keagamaan dalam konteks kehidupan bernegara.

Di dalamnya pula, kata dia, terdapat relasi antara hukum agama dan sistem hukum nasional.

Bamsoet menyebutkan berbagai paham tersebut hadir sebagai mazhab pemikiran yang sejak akhir abad ke-20 kembali mengemuka sebagai suatu gagasan yang diasumsikan menjadi prinsip ideal untuk dipraktikkan pada zaman modern saat ini.

 
"Buku karya Prof. Jimly lainnya, Oligarki dan Totalitarianisme Baru, menyetir dinamika kualitas kehidupan demokrasi di Tanah Air yang tercermin dari pasang surut capaian indeks demokrasi. Itu mengisyaratkan bahwa kematangan dan kedewasaan berdemokrasi kita masih labil, belum mencapai pada titik kemapanan," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet mengapresiasi kontribusi Jimly yang terus menggalang tanggung jawab intelektual bagi transformasi hukum dan sosial di Indonesia untuk mewujudkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik.

"Prof. Jimly tidak pernah lelah menggalang tanggung jawab intelektual untuk turut memberikan kontribusi pemikiran dalam usaha transformasi hukum dan sosial menuju Indonesia yang lebih baik," ujar dia.

Di samping itu, lanjut dia, Jimly sebagai tokoh bangsa juga tidak pernah lelah mewacanakan narasi serta wawasan kebangsaan untuk menggugah kesadaran kolektif bangsa Indonesia tentang berbagai persoalan mendasar dalam kehidupan berbangsa.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Guncang Perairan Morotai pada Jumat Pagi

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:03 WIB

Gempa Bumi Landa Pesisir Barat Bengkulu

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:31 WIB

Gempa Guncang Ruteng NTT Malam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:27 WIB

Unjuk Rasa Aremania Ricuh, Tiga Orang Terluka

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:11 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Bumi Petang Tadi

Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:59 WIB

Bandung Beberapa Kali Diguncang Gempa

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:01 WIB

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Jayapura dan Sekitarya

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:22 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini

Sabtu, 21 Januari 2023 | 07:49 WIB

Gempa Guncang Laut Banda Akibat Subduksi

Jumat, 13 Januari 2023 | 22:33 WIB

Hari Ini Gunung Semeru Erupsi Lagi

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:39 WIB
X