• Selasa, 27 September 2022

Bagong Lanjutkan Warisan Kakeknya, Menolong Warga Di Tepi Bengawan Solo

Banjar Chaeruddin
- Rabu, 21 September 2022 | 08:46 WIB
Jembatan bambu yang dibuat Bagong dengan dana sendiri (rri.co.id)
Jembatan bambu yang dibuat Bagong dengan dana sendiri (rri.co.id)

SINAR HARAPAN--Sugiyono alias Bagong, 78 tahun, warga Mojolaban, Sukoharjo, harus merogoh kocek sekitar Rp20 juta untuk membuat jembatan sesek di Bengawan Solo. Hal itu dilakukan untuk membantu mobilitas warga Sukoharjo ke Solo, atau sebaliknya.

Jembatan sesek atau bambu itu menghubungkan Kampung Sewu, Solo, dengan Gadingan, Mojolaban. Lokasi itu menjadi alternatif warga ketika Jembatan Mojo dan Jurug B ditutup karena renovasi.

Bagong adalah penyedia jasa penyeberangan di salah satu aliran Sungai Bengawan Solo. Sudah sejak 1978 ia berjaga di tempat tersebut. 

Bagong mengungkapkan hanya meneruskan pekerjaan kakek. Dahulu kakeknya menjadi penyedia jasa penyeberangan perahu getek, buat pedagang dari Mojolaban ke Solo. 

"Pekerjaan ini sudah ada lama, sejak mbah-mbah saya dulu. Saya hanya meneruskan saja," ucap Bagong, kepada RRI akhir pekan lalu.

Ia lantas bercerita membuat jembatan sederhana ini karena volume air sungainya kecil. Anggaran Rp20 juta habis untuk membeli 34 drum plastik dan ratusan bambu sebagai penopang jembatan.

Jembatan ini dibuat karena aliran sungai sudah tidak memungkinkan untuk memakai perahu getek. "Kapal saya tiak bisa bergerak, jadi lebih baik membuat jembatan," ucapnya, dikutip rri.co.id.

Bagong dibantu rekan-rekannya membuat jembatan dengan panjang sekitar 80 meter. Pembuatan jembatan memerlukan waktu sekitar dua minggu. 

Pada 7 September lalu jembatan tersebut sudah mulai digunakan. Warga tampak tertolong dengan keberadaan jembatan tradisional ini.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: rri.co.id

Tags

Terkini

Gempa Magnitudo 6.4 Guncang Meulaboh Aceh

Sabtu, 24 September 2022 | 04:13 WIB

Gempa Guncang Sukabumi dan Sekitarnya Pada Selasa Petang

Selasa, 20 September 2022 | 21:56 WIB

Pulau Lihaga, Surga Tersembunyi di Likupang

Selasa, 20 September 2022 | 18:56 WIB
X