• Minggu, 14 Agustus 2022

Jawa Timur Zona Merah PMK, Kasusnya Mencapai 100.492 Ekor Ternak

Banjar Chaeruddin
- Minggu, 26 Juni 2022 | 00:49 WIB
Vaksinasi hewan di Jatim (mediajawatimur.pikiran-rakyat.com)
Vaksinasi hewan di Jatim (mediajawatimur.pikiran-rakyat.com)
 
SINARHARAPAN--Hingga Sabtu (25/6) jumlah hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur mencapai 100.492 ekor, sedangkan kasus aktif saat ini sebanyak 82,056 ekor.
 
Rinciannya, 81.697 ekor sapi, 60 ekor kerbau, 217 ekor kambing, dan 82 ekor domba. Sementara hewan yang mati tercatat mencapai 563 ekor.
 
Ketua Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Letjen TNI Suharyanto, kemarin turun ke lapangan untuk memimpin langsung percepatan penanganan PMK di provinsi ini, yang memiliki kasus PMK terbanyak di Indonesia.
 
"Jawa Timur sudah termasuk dalam zona merah. Terkait hewan kurban, saya ulangi lagi apabila kebutuhan tidak terpenuhi di satu daerah, tidak perlu mobilisasi hewan ternak antar daerah. Hal ini untuk menguatkan pelaksanaan lockdown,” jelas Suharyanto.
 
Suharyanto memimpin rapat koordinasi Penananganan PMK yang digelar di Kantor Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Hal pertama yang ditekankan Suharyanto adalah terkait pendataan hewan ternak yang harus dilakukan secara cepat dan tepat dalam beberapa hari ke depan.
 
Data tersebut akan digunakan sebagai dasar pemenuhan dosis vaksinasi yang akan diberikan kepada hewan ternak. Fakta di lapangan, masih banyak peternakan skala besar yang belum melaporkan data hewan ternaknya baik yang sehat, sudah divaksin, ataupun yang terjangkit PMK.
 
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam penjelasan tertulis mengatakan kini diperlukan juga data kebutuhan vasinator di setiap kabupaten/kota. Selanjutnya, Oleh Ketua BNPB Suharyanto, Pemda diminta memastikan dokter hewan dan otoritas veteriner yang tersedia di setiap daerah sebagai pejabat otoritas veteriner (POV).
 
Saat ini tersedia sebanyak 800.000 dosis vaksinasi telah tersedia. Sebagai tahap awal, Provinsi Jawa Timur mendapat alokasi vaksinasi sebanyak 350.000 dosis. Ketua Satgas Penanganan PMK menjelaskan bahwa vaksinasi menjadi salah satu upaya pembentukan kekebalan di dalam tubuh hewan ternak. 
 
350 ribu dosis vaksin tersebut akan diprioritaskan bagi peternak dengan skala kecil atau yang dikelola secara pribadi. "Sementara bagi peternakan skala besar dapat mendatangkan vaksinasi secara mandiri jika diperlukan," tambah Suharyanto.
 
Suharyanto menegaskan kembali arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan lockdown tingkat mikro apabila 50% kecamatan dari suatu provinsi tersebut terinfeksi PMK atau masuk ke dalam zona merah. Artinya, tidak ada mobilisasi hewan ternak antar desa, kecamatan, sampai provinsi di zona tersebut untuk mengurangi potensi penularan.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Penanganan PMK meninjau Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (25/6).
 
KPSP Nangkojajar memiliki 27.000 ekor sapi perah yang diternak. Sebagai langkah pencegahan penularan PMK, sebanyak 25.000 dosis vaksin dialokasikan untuk KPSP Nangkojajar. 
 
 

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: BNPB

Tags

Terkini

Nias Selatan Kembali Digorang Gempa Magnitudo 5.2

Jumat, 5 Agustus 2022 | 04:11 WIB

Gempa Mengguncang Pantai Barat Aceh

Minggu, 31 Juli 2022 | 17:17 WIB
X