Artidjo Berpulang Karena Sakit Jantung dan Paru

- Minggu, 28 Februari 2021 | 17:42 WIB
Dewan Pengawas KPK, Mantan Hakim Agung Republik Indonesia Artidjo Alkostar.
Dewan Pengawas KPK, Mantan Hakim Agung Republik Indonesia Artidjo Alkostar.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, penyebab meninggalnya Artidjo Alkostar karena dua penyakit yang dideritanya. "Beliau meninggal dunia karena penyakit jantung dan paru-paru," ucap Mahfud, Minggu (28/2/2021).

Mantan Hakim Agung Republik Indonesia paling disegani ini, telah tutup usia 71, hari ini, Minggu (18/2/2021). Selama 18 tahun mengabdi sebagai Hakim Agung, nama Artidjo Alkostar cukup disegani bagi para pelanggar hukum kala menghadapi Artidjo di kursi pesakitan tingkat kasasi.

Bagaimana tidak, Artidjo dalam beberapa kali wawancara dengan wartawan mengaku sering menolak iming iming para terdakwa, dan juga terpidana di pengadilan. Termasuk, vonis bersalah para terdakwa dan putusan pidana yang tidak pandang bulu tidak dianulir Artidjo di tingkat kasasi.

Tidak sedikit putusan kasasi kasus mega korupsi di Indonesia diputuskan Artidjo, dan para terpidana tidak lepas dari jeratan hukum. Kabar kepergian mantan Hakim Agung paling disegani di Indonesia ini disampaikan oleh Menko Polhukam RI Mahfud MD melalui akun Twitter.

“Artidjo Alkostar adalah hakim agung yg dijuluki algojo oleh para koruptor. Dia tak ragu menjatuhkan hukuman berat kpd para koruptor tanpa peduli pd peta kekuatan dan back up politik. Dulu almarhum adalah dosen di Fakultas Hukum UII Yogya yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara dikenal lurus,” ungkap Mahfud mengenai sosok Hakim Agung sekaligus pegiat hukum, Artidjo Alkostar melalui akun Twitter, Minggu (28/2/2021).

Diketahui, Artidjo Alkostar lahir di Situbondo, 22 Mei 1948. Dia memulai karir sejak mendapat gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) pada 1976. Sejak saat itu, dirinya mendedikasikan diri menjadi dosen di universitas yang sama dan menjadi advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta sejak 1976-2000 hingga akhirnya ia dipilih menjadi Direktur LBH Yogyakarta pada 1989. (E-4)

Editor: editor4

Tags

Terkini

Gempa Magnitufdo 5.4 Guncang Pulau Saringi NTB

Senin, 6 Februari 2023 | 14:23 WIB

Gempa Guncang Perairan Morotai pada Jumat Pagi

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:03 WIB

Gempa Bumi Landa Pesisir Barat Bengkulu

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:31 WIB

Gempa Guncang Ruteng NTT Malam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:27 WIB

Unjuk Rasa Aremania Ricuh, Tiga Orang Terluka

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:11 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Bumi Petang Tadi

Sabtu, 28 Januari 2023 | 18:59 WIB

Bandung Beberapa Kali Diguncang Gempa

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:01 WIB

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Jayapura dan Sekitarya

Minggu, 22 Januari 2023 | 17:22 WIB

Cianjur Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini

Sabtu, 21 Januari 2023 | 07:49 WIB

Gempa Guncang Laut Banda Akibat Subduksi

Jumat, 13 Januari 2023 | 22:33 WIB

Hari Ini Gunung Semeru Erupsi Lagi

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:39 WIB
X