Industri Manufaktur Sumbang Sebesar 0,99 Persen Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

- Senin, 5 Desember 2022 | 17:51 WIB
Industri manufaktur sumbang sebesar 0,99 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. (indonesia.go.id)
Industri manufaktur sumbang sebesar 0,99 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. (indonesia.go.id)

SINAR HARAPAN - Industri manufaktur berperan penting dalam upaya menggenjot nilai investasi dan ekspor sehingga menjadi sektor andalan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah permintaan global yang melambat, ternyata industri manufaktur nasional masih dapat menyumbang pada pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan industri manufaktur menyumbangkan porsi sebesar 0,99 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022 yang tercatat 5,72 persen (year on year/yoy).

"Meskipun permintaan global melambat, sektor manufaktur Indonesia masih berada di kawasan ekspansif seperti ditunjukkan oleh indeks terbaru," ujar Menperin yang hadir secara daring dalam Sweden-Indonesia Sustainability Partnership Week (SISP) di Jakarta, Senin 5 Desember 2022.

Baca Juga: Mau Bagikan Dividen 1 Triliun, Harga Saham HRUM Tembus Resistance

Dengan capaian tersebut, Agus meyakini sektor manufaktur Indonesia masih akan terus bertumbuh dan meluas dengan melakukan transformasi industri nasional menuju industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui sejumlah program.

"Beberapa program prioritas kami meliputi peningkatan produksi dan efisiensi sumber daya, pengembangan bahan baku ramah lingkungan, dan percepatan produksi hijau," jelasnya.

Dalam rangka percepatan pengembangan industri hijau, Indonesia telah mencanangkan kebijakan yang fokus pada beberapa aliran kerja utama, yakni penyusunan standar dan sertifikasi industri hijau (SIH), pembentukan penghargaan industri hijau (PIH), program penurunan emisi gas rumah kaca dan pembangunan rendah karbon (PRK), pemantauan sistematis efisiensi energi dan penggunaan energi bersih serta energi baru dan terbarukan (EBT), fasilitasi fiskal dan nonfiskal terakhir adalah penerapan ekonomi sirkular dan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery), dan perluasan eco-industrial parks.

Baca Juga: Rupiah Pantang Kendor, Kabar Mengenai Resesi AS Jadi Katalis Positif

Menperin berharap agar kemitraan SISP dapat terus membangun kolaborasi dan kerja sama dalam kemajuan proses manufaktur yang berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan industri ekonomi.

Halaman:

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gibran: Jabatan Gubernur Krusial Sekali

Jumat, 3 Februari 2023 | 01:02 WIB

PAPDESI Tolak Politisasi Revisi UU Desa

Rabu, 1 Februari 2023 | 22:12 WIB
X