• Selasa, 7 Februari 2023

MUI Menolak Kunjungan Utusan Khusus AS Jessica Stren untuk LGBTQI+ ke Indonesia

- Kamis, 1 Desember 2022 | 12:06 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.(Dok/MUI)
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.(Dok/MUI)


SINAR HARAPAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas menolak kedatangan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk memajukan HAM LGBTQI+, Jessica Stern, ke Indonesia pekan depan. Jessica rencananya datang untuk bertemu sejumlah pejabat dan masyarakat sipil.

Penolakan itu disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 1 Desember 2022.

"Sehubungan dengan akan datangnya Jessica Stern utusan Khusus Amerika Serikat untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) LGBTQI+ tanggal 7-9 Desember ke Indonesia maka MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut," katanya.

Dia selanjutnya menyatakan, penolakan bukan berarti MUI tidak menghormati tamu dari negara lain. Namun MUI menilai kedatangan Jessica Stern dapat merusak nilai luhur agama dan budaya di Indonesia.

"Sebagai bangsa yang beragama dan beradab kita disuruh untuk menghormati tamu. Tapi kita juga tidak bisa menerima tamu yang tujuannya datang ke sini adalah untuk merusak dan mengacak-acak nilai-nilai luhur dari agama dan budaya bangsa kita," katanya.

"Karena kita tahu dari enam agama yang diakui di negeri ini tidak ada satupun yang mentolerir praktik LGBTQ+ tersebut," ia melanjutkan.

Menurut Anwar, praktik LGBTQ bisa mendorong manusia pada kepunahan. Karena dalam praktiknya, tidak akan ada proses reproduksi.

"Bahkan tidak hanya sampai di situ, perilaku LGBT tersebut juga sangat berbahaya karena anti manusia dan kemanusiaan, sebab jika perilaku tersebut dibiarkan, maka dia akan bisa membuat umat manusia punah," tutunnya seperti dilansir Detik.com.

"Karena sudah merupakan fitrah laki-laki kalau kawin dengan laki-laki dan atau perempuan kawin dengan perempuan maka dia sudah pasti tidak akan bisa melahirkan keturunan, sehingga kalau praktik tersebut dibiarkan berkembang, maka dia akan bisa membuat manusia punah," ia menambahkan.

Sebelumnya, pemerintah AS mengatakan utusan khusus AS untuk memajukan HAM LGBTQI+, Jessica Stern, akan melakukan perjalanan ke Vietnam hingga Indonesia. Stern disebut akan menemui pejabat pemerintah setempat dan perwakilan masyarakat sipil.

"Utusan Khusus Amerika Serikat untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) LGBTQI+ Jessica Stern akan melakukan perjalanan ke Vietnam mulai tanggal 28 November-2 Desember, ke Filipina tanggal 3-6 Desember dan ke Indonesia 7-9 Desember," demikian rilis pers di situs pemerintah AS state.gov seperti dilihat Rabu 30 November 2022.

AS menyebut Stern akan bertemu dengan pejabat pemerintah serta perwakilan masyarakat sipil di Vietnam, Filipina dan Indonesia. Dia disebut akan mendiskusikan tentang hak LGBTQI+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, intersex dan tanda +, mewakili orang yang tidak mengidentifikasi gender atau orientasi seksual).

"Selama kunjungannya itu, Utusan Khusus Stern akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan dari masyarakat sipil untuk mendiskusikan hak asasi manusia, termasuk memajukan hak asasi LGBTQI+," ia menjelaskan.***

 

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

Prabowo: Saya Bukan Penjilat

Senin, 6 Februari 2023 | 17:29 WIB

Prabowo Subianto Hadiri HUT ke-15 Partai Gerindra

Senin, 6 Februari 2023 | 10:17 WIB

Pertemuan Para Menlu ASEAN Hasilkan Tiga Kesepakatan

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:27 WIB
X