Setelah Bertemu Kawan Kuliah di Jogja, Kini Teman-teman Jokowi Semasa SMA Berikan Klarifikasi

- Senin, 17 Oktober 2022 | 17:25 WIB
Kepala SMAN 6 Surakarta Munarso memperlihatkan salinan ijazah Presiden RI Jokowi di SMAN 6 Surakarta, Senin (17-10-2022). ANTARA/Aris Wasita
Kepala SMAN 6 Surakarta Munarso memperlihatkan salinan ijazah Presiden RI Jokowi di SMAN 6 Surakarta, Senin (17-10-2022). ANTARA/Aris Wasita

SINAR HARAPAN--Setelah Presiden Joko Widodo bertemu dengan kawan-kawan kuliah di Yogyakarta, hari ini sejumlah teman SMA Presiden RI Joko Widodo menanggapi isu terkait dengan ijazah palsu yang sempat mencuat pada beberapa waktu terakhir.

Salah satu teman Jokowi yang sama-sama menuntut ilmu di SMAN 6 Surakarta bernama Ria Tri Rasmani di Solo, Senin, mengatakan bahwa pihaknya harus ikut meluruskan isu terkait dengan ijazah palsu tersebut.

"Kami merasa terpanggil untuk ikut menjelaskan dan juga meluruskan. Kami semua, terutama di belakang ini adalah teman-teman seangkatan beliau (Jokowi)," katanya.

Jika ijazah Jokowi diragukan keasliannya, kata dia, artinya ijazah rekan-rekan lain yang satu angkatan dengan Jokowi juga diragukan. 

"Kami semua ikut bertanggung jawab secara moral untuk mengklarifikasi sekaligus meluruskan," katanya.

Mantan guru Kimia Presiden Jokowi Sri Hariyadi Ningsih mengaku sudah mengajar Jokowi sejak kelas 1 hingga kelas 3 SMA.

Menurut dia, pada saat itu SMAN 6 Surakarta masih bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

Selama mengajar, Sri Hariyadi Ningsih menilai Presiden Jokowi memiliki kelebihan daripada siswa lain, khususnya untuk mata pelajaran Kimia. Bahkan, Jokowi selalu memperoleh nilai yang tinggi pada mata pelajaran tersebut.

Buku Induk

Pada kesempatan tersebut,  Kepala SMAN 6 Surakarta Munarso memperlihatkan buku induk yang membuktikan bahwa Presiden Jokowi memang benar-benar pernah sekolah di SMAN 6 Surakarta.

Bahkan, dia juga memperlihatkan salinan ijazah Jokowi. Ia mengatakan bahwa SMAN 6 Surakarta awalnya bernama SMPP yang berdiri pada tanggal 26 November 1975. Pada saat itu, jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Syarif Thayeb.

Selanjutnya, pada tahun 1977 sekolah tersebut mulai menerima peserta didik baru dan Presiden Jokowi masuk menjadi salah satu siswa pada angkatan pertama.

"Jokowi lulus pada tanggal 30 April 1980," katanya.

Terkait dengan hal itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mengatakan isu tersebut tidak perlu diperpanjang. Apalagi, belum lama ini juga sudah ada klarifikasi dari UGM yang menjadi tempat kuliah Presiden Jokowi.

"Ya, mau masuk SMP 'kan pakai ijazah SD, mau masuk SMA 'kan pakai SMP, daftar kuliah pakai ijazah SMA, daftar kerja pakai ijazah perguruan tinggi," katanya.

Teman Kuliah

Sebelumnya, di sela-sela kunjungan kerja ke Yogyakarta pada 16 Oktober lalu, Jokowi menyempatkan diri bertemu dengan beberapa teman semasa kuliahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jokowi dan teman-teman kuliahnya bertemu di sekitar Hotel Ambarukmo, Sleman. Pertemuan Jokowi dengan teman-teman semasa kuliah ini diunggah dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden.

 

 

Pertemuan yang berlangsung santai ini langsung disambut gelak tawa ketika Jokowi membahas soal isu ijazah palsu yang sedang viral.

‘Lha, ini, lho. Urusan apa? Urusan ijazah palsu,” ujar Jokowi di hadapan teman-temannya usai menyalami mereka satu per satu.

Mendengar perkataan Jokowi, teman-temannya langsung tertawa.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Prabowo: Saya Bukan Penjilat

Senin, 6 Februari 2023 | 17:29 WIB

Prabowo Subianto Hadiri HUT ke-15 Partai Gerindra

Senin, 6 Februari 2023 | 10:17 WIB

Pertemuan Para Menlu ASEAN Hasilkan Tiga Kesepakatan

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:27 WIB
X