Pemerintah Tidak Intervensi, Silahkan Publik Desak Ketum PSSI Mochamad Iriawan Mundur

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 18:57 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) saat mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali melayani wawancara media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/9/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) saat mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali melayani wawancara media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/9/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)

SINAR HARAPAN--Pemerintah tidak akan mengintervensi perihal desakan agar Mochamad Iriawan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

Pemerintah juga tidak akan melarang masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka termasuk lewat petisi daring yang mendesak Ketum PSSI mundur.

"Tidak, tidak. Kami sama sekali, itu silahkan saja di masyarakat," kata Menpora Zainuddin Amali menjawab wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/10).

Menpora mengingatkan bahwa PSSI sebagai federasi sepak bola di Indonesia bernaung di bawah FIFA yang merupakan otorita sepak bola dunia. "Itu federasi, kita hormati. Kita ada wilayahnya masing-masing," ujar Amali.

Pilihan Menpora untuk tidak meneruskan desakan dari masyarakat agar Iriawan mundur tentu tidak lepas dari bayang-bayang ancaman sanksi FIFA yang pernah dirasakan Indonesia pada 2015 silam.

Kala itu pemerintah membekukan PSSI pada 17 April 2015 dengan dasar ketidakpatuhan atas imbauan Badan Olahraga Profesional (BOPI) terkait penyelenggaraan Liga Indonesia 2015, yang dijawab FIFA dengan menjatuhkan sanksi kepada PSSI per 30 Mei 2015.

Selain mencabut keanggotaan PSSI, FIFA juga melarang tim nasional maupun klub Indonesia bermain di kompetisi resmi FIFA dan AFC.

Sanksi itu pula yang membuat Menpora cukup berhati-hati dalam tindak lanjut pasca Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 131 nyawa selepas pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) pekan lalu.

Di kalangan masyarakat, Tragedi Kanjuruhan memicu desakan agar Iriawan --yang akrab disapa Iwan Bule-- untuk bertanggung jawab dengan cara menanggalkan jabatan Ketum PSSI yang sedianya ia duduki dalam periode 2019-2023.

Hingga Jumat petang pukul 18.00 WIB di laman petisi daring, change.org, terdapat dua petisi yang mendesak Iwan Bule mundur dengan jumlah dukungan mencapai total lebih dari 36.000 penandatangan.

Petisi pertama dibuat oleh Suhari Ete dari Perhimpunan Jurnalis Rakyat bertajuk "Tragedi Kanjuruhan, Desak Ketua Umum dan Pengurus PSSI Mengundurkan Diri" yang hingga kini telah menerima dukungan dari 21.934 penandatangan.

Sedangkan petisi kedua dibuat praktisi hukum Emerson Yuntho berjudul "Ketua Umum PSSI dan Direktur PT LIB Harus Mundur!" pada Rabu (5/10) dan saat ini telah mendapatkan dukungan dari 14.217 penandatangan.
 

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X