• Sabtu, 3 Desember 2022

Ketua BKSAP Fadli Zon: Pernyataan Bersama P20 Dibawa ke Forum G20

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 11:12 WIB
Suasana pembukaan Parliamentary Forum and the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).(Antara/Galih Pradipta)
Suasana pembukaan Parliamentary Forum and the 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).(Antara/Galih Pradipta)


SINAR HARAPAN - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon mengatakan hasil dari Parliamentary Speakers Summit (P20) akan menjadi bagian dari pernyataan bersama (joint statement) yang akan dibawa ke Forum G20 pada November mendatang.

"P20 ini nanti hasilnya semacam dokumen yang menjadi bagian joint statement untuk dibawa ke G20," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis 6 Oktober 2022.

Pernyataan bersama itu merupakan hasil pembahasan terkait isu-isu yang diprioritaskan dalam rangkaian acara P20, yang meliputi percepatan pencapaian pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, persoalan kekinian, krisis pangan serta energi, tantangan global ekonomi, peran parlemen dan demokrasi, persamaan gender, serta inklusi sosial.

Baca Juga: Ketua DPR Dorong Peningkatan Investasi China Lewat Diplomasi Parlemen

Fadli menyampaikan rangkaian acara P20, Kamis, dikhususkan pada pertemuan antara pembicara dari tuan rumah, pimpinan DPR, dan anggota parlemen yang tergabung dalam P20.

Sebelumnya, Rabu (5/10), P20 telah melaksanakan forum parlemen yang mendiskusikan berbagai isu dan persoalan, termasuk mengadakan platform dengan masyarakat sipil, media, kalangan umum, para tokoh, pakar, dan akademisi.

Selain itu, tambah Fadli, P20 akan membahas pula mengenai persoalan-persoalan yang terkait dengan perang antara Rusia dan Ukraina karena hal itu merupakan salah satu bagian yang diperdebatkan.

Baca Juga: Presiden Dijadwalkan Buka Konferensi Ekonomi Kreatif dan Sidang P20

"Paling tidak, dalam proses pembentukan dokumen hasil diskusi, sudah terlihat perbedaan-perbedaan yang cukup mencolok," tambahnya.

Di satu sisi, ada beberapa pihak yang mengutuk keras perang Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, ada pula pihak yang cenderung berpendapat untuk maju ke depan mencari solusi.

"Kita (Indonesia) termasuk yang ingin mencari solusi. Posisi masing-masing pihak berbeda-beda, tapi kita semaksimal mungkin di P20 ini, ada satu forum yang bisa berbagi isu bersama dan kita tidak ingin memperuncingnya," kata Fadli.

Meskipun Ukraina bukan bagian dari anggota P20, katanya, namun negara itu menjadi tamu dari tuan rumah bersama dengan beberapa negara lainnya.

Sebagaimana Pemerintah yang mengundang beberapa negara, DPR juga mengundang Ukraina untuk mengajak berdialog, berdiplomasi, dan mencari penyelesaian dari perang dengan Rusia.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Anies Bertemu Wali Nanggroe Aceh

Jumat, 2 Desember 2022 | 22:33 WIB
X