• Selasa, 27 September 2022

Pengamat Sebut Nasdem Harus 'Mengunci' Demokrat dan PKS untuk Pilpres 2024

- Rabu, 21 September 2022 | 12:01 WIB
(kiri ke kanan) Ketum PKS Ahmad Syaikhu, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono,  Ketum Nasdem Surya Paloh, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dan Mantan Wapres Jusuf Kalla berfoto saat menghadiri pernikahan anak kader Partai Demokrat Sugeng Prawoto, Minggu (18/9/2022).(twitter.com/Andiarief)
(kiri ke kanan) Ketum PKS Ahmad Syaikhu, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum Nasdem Surya Paloh, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dan Mantan Wapres Jusuf Kalla berfoto saat menghadiri pernikahan anak kader Partai Demokrat Sugeng Prawoto, Minggu (18/9/2022).(twitter.com/Andiarief)


SINAR HARAPAN - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi mengatakan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) harus mengunci Partai Demokrat dan PKS dalam satu ikatan koalisi menuju Pilpres 2024.

"Jika Partai Nasdem tidak bisa mengunci PKS dan Demokrat dalam satu ikatan koalisi maka partai Nasdem bisa kehilangan momentum," kata Ahmad Atang di Kupang, Rabu 21 September 2022 terkait peluang koalisi Nasdem dengan Demokrat dan PKS untuk menghadapi Pemilu serentak 2024.

Dinamika menuju Pilpres, ujar dia, masih terus bergerak dan komunikasi politik antarpartai intens dilakukan, maka Nasdem pada titik ini harus mengunci PKS dan Demokrat dalam satu baris sebelum ditarik oleh koalisi yang lain.

Dia menambahkan jika dilihat dari pengelompokan partai yang akan berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden pada pilpres 2024 mendatang, maka terlihat bahwa PDI Perjuangan dapat mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi karena telah memenuhi syarat 20 persen.

Sementara Partai Golkar, PAN dan PPP telah membentuk KIB, dan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB, maka partai yang tersisa adalah Nasdem, PKS dan Demokrat.

"Dengan demikian, menurut saya tidak ada pilihan lain bagi Partai Nasdem harus berkoalisi dengan partai PKS dan Partai Demokrat," kata pengajar ilmu politik pada sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Dia mengatakan, dengan dibangun-nya koalisi antara Nasdem, PKS dan Demokrat maka merupakan perpaduan antara basis nasionalis Demokrat dan nasionalis religius.

Mengenai figur Capres, dia mengatakan, jika koalisi ini permanen maka figur yang memiliki peluang besar untuk diusung adalah Anies Baswedan karena Nasdem dan PKS tidak memiliki kader untuk diusung.

Sedangkan Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) namun popularitas dan elektabilitas tidak cukup meyakinkan untuk dijadikan Capres, sehingga politik kompromistis tentu diambil agar Anies dan AHY dapat disandingkan.

"Jika koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat dipertemukan oleh figur yang sama maka secara otomatis mereka telah melepaskan basis ideologis masing-masing," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wapres Ma'ruf Amin ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Minggu, 25 September 2022 | 10:17 WIB

Kemendagri Sebut Penjabat Kepala Daerah Boleh Pecat ASN

Jumat, 23 September 2022 | 15:41 WIB
X