• Selasa, 27 September 2022

Kasus Pembunuhan Munir Dibuka Lagi, Komnas HAM Bentuk Tim Ad Hoc

Banjar Chaeruddin
- Rabu, 7 September 2022 | 17:15 WIB

Munir S Thalib (dok)

SINAR HARAPAN--Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat Pembunuhan Munir Said Thalib dengan menunjuk dua orang komisioner mewakili internal lembaga.

"Pertama saya sendiri Ahmad Taufan Damanik dan kedua Ibu Sandrayati Moniaga," kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik di Jakarta, Rabu.

Sebagai tambahan, papar dia, terdapat tiga nama yang sudah diusulkan oleh koalisi masyarakat sipil, termasuk dari Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum). Nama-nama yang disodorkan tersebut saat ini sedang dipertimbangkan dan dihubungi Komnas HAM.

"Satu dari tiga nama yang dihubungi itu sudah menyatakan kesediaan, yaitu Usman Hamid," kata Taufan.

Sementara itu, dua nama lagi yang sedang dihubungi hingga kini belum memberikan jawaban kesediaan sehingga belum bisa disampaikan kepada publik.

Dalam waktu dekat Tim Ad Hoc yang dibentuk tersebut akan mulai melakukan penyelidikan projustitia berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Hasil dari penyelidikan tim tersebut, kata dia, selanjutnya akan disampaikan kepada sidang paripurna untuk dibahas dan ditindaklanjuti.

"Dalam sidang paripurna itulah nanti baru kemudian ada penetapan status hukum peristiwa dibunuhnya saudara Munir," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, sejak 7 September 2021 Komnas HAM telah menetapkan sebagai Hari Perlindungan Pembela HAM.

"Sejak tahun lalu kita telah menetapkan 7 September sebagai hari Perlindungan Pembela HAM," ucap dia.

Komisioner Komnas HAM lainnya Sandrayati Moniaga mengatakan penetapan 7 September sebagai Hari Pembela HAM di Indonesia tidak lepas dari hari ditemukannya almarhum Munir meninggal dunia.

Sebelum ini, Komnas HAM telah dua kali membentuk tim dan akhirnya sepakat membentuk Tim Ad Hoc untuk Penyelidikan Kasus Pembunuhan Munir Said Thalib.

Kasus Munir terjadi pada 7 September 2004 atau 18 tahun lalu. Aktivis HAM yang memiliki nama lengkap Munir Said Thalib mengembuskan napas untuk terakhir kalinya.

Kematian Munir cukup tragis. Pasalnya, ia dibunuh ketika melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Belanda di dalam pesawat dengan racun jenis arsenik.

Sampai sekarang, kasus pembunuhan pendiri Imparsial dan aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu tidak kunjung menemukan titik terang dalam mengungkap siapa dalang pembunuhan sesungguhnya.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara, Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Wapres Ma'ruf Amin ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Minggu, 25 September 2022 | 10:17 WIB

Kemendagri Sebut Penjabat Kepala Daerah Boleh Pecat ASN

Jumat, 23 September 2022 | 15:41 WIB
X