Ketua KPU Hasyim Asy'ari Ingatkan Jajarannya Tidak Mudah Tergoda

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:14 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asyari dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X (kiri) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (19/8/2022).(Antara/Luqman Hakim)
Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asyari dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X (kiri) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (19/8/2022).(Antara/Luqman Hakim)


SINAR HARAPAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengingatkan jajarannya untuk tidak mudah tergoda dan tetap tegak lurus pada aturan terkait penyelenggaraan Pilkada dan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Hal itu selaras dengan pesan Sunan Kudus yang berpesan agar manusia tidak mudah terpikat dan tidak tergoda dengan perbuatan tidak benar, kata Hasyim usai penandatanganan nota kesepahaman antara KPU Yogyakarta dan Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwana X di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat 19 Agustus 2022.

"Saya mengingatkan kepada teman-teman KPU provinsi maupun KPU kabupaten dan kota se-DIY pesannya Sunan Kudus. Sunan Kudus pernah berpesan kepada kita semua ojo gumunan lan ojo gampang kepincut (jangan mudah terlena dan jangan mudah tergoda)," kata Hasyim.

Baca Juga: Tak Mampu Lengkapi Dokumen, 16 Partai Politik Tak Lolos Seleksi KPU

Tidak mudah terlena berarti jajaran KPU tidak boleh gampang silau terhadap berbagai dinamika yang muncul pada Pemilu 2024, dengan tetap berpatokan pada prinsip dan asas pemilu di Indonesia, katanya.

"Kita, penyelenggara pemilu, punya prinsip punya asas-asas dalam penyelenggaraan pemilu," tambahnya.

Pesan berikutnya, yakni tidak mudah tergoda, artinya adalah penyelenggara pemilu harus mampu menahan diri dari berbagai bentuk godaan yang dipastikan muncul saat momentum pesta demokrasi. Untuk menepis godaan itu, menurut dia, para penyelenggara pemilu harus bekerja berlandaskan aturan dan kode etik yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Presiden Ajak Dukung Penuh Tahapan Pemilu 2024 yang Disiapkan KPU

"Dalam dunia kepemiluan pasti banyak godaan baik makhluk yang kasar maupun makhluk yang halus. Ini supaya kita dalam menyelenggarakan pemilu tetap bekerja berdasarkan aturan dan sesuai kode etik," tuturnya.

Penyelenggara pemilu juga harus siap mendapatkan teguran dari masyarakat jika ketahuan melenceng dari aturan dalam menyelenggarakan pemilu.

"Karena semua ini masih manusia biasa, kalau ada apa-apa mohon ditegur, mohon dikasih arahan, diingatkan supaya kalau mulai ada yang 'miring-miring' bisa kembali ke jalan yang benar," imbuhnya.

Baca Juga: KPU: 40 Parpol Resmi Mendaftar sebagai Peserta Pemilu 2024, Sebanyak 24 Dokumen Parpol Lengkap

Untuk mewujudkan keberhasilan Pilkada dan Pemilu Serentak 2024, dia mengatakan KPU tidak mungkin dapat bekerja sendiri; sehingga perlu kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak di daerah.

Oleh karena itu, Hasyim mengapresiasi komitmen Sri Sultan Hamengkubuwana X beserta pimpinan daerah di kabupaten dan kota setempat untuk mewujudkan Pilkada dan Pemilu Serentak 2024 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.

"Kami meyakini ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh KPU walaupun oleh konstitusi disebutkan bahwa KPU berkarakter mandiri," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Partai Nasdem Jadi Tamu Pertama Sekber Gerindra-PKB

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:58 WIB

Aktivis Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia

Rabu, 25 Januari 2023 | 05:16 WIB

Komisi II DPR Tetapkan 9 Calon Anggota KPI Pusat

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:06 WIB
X