• Senin, 28 November 2022

Hari Ini 77 Tahun Lalu, Jepang Menyerah, Teks Proklamasi Kemerdekaan Dibacakan di Cirebon

- Senin, 15 Agustus 2022 | 08:33 WIB

Dengan penandatanganan tersebut Jepang harus mengakhiri pendudukan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia yang sudah diduduki sejak 1942.

Proklamasi Cirebon

Di Indonesia, pada tanggal 15 Agsutus 1945 para pemuda terus mengkonsolidasikan diri untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Tokoh muda Chaerul Saleh memeimpin sejumlah pertemuan pemuda untuk mendesak Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Bung Karno dan Hatta menolak desakan tersebut karena harus mengadakan pertemuan dengan para anggota PPKI (Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Bung Karno terikat pada kesepakatan dengan Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, beberapa hari sebelumnya, yang harus melibatkan PPKI dalam proklamasi kemerdekaan.

Para aktivis muda berpandangan bangsa Indonesia harus menentukan kemerdekaannya sendiri dan mengabaikan campurtangan pihak Jepang.

Sementara itu, di kota Cirebon, Jawa Barat, pada tanggal 15 Agsutus terjadi peristiwa politik yang tidak banyak diketahui. Pada hari itu dilakukan pembacaan Proklamasi Kmerdekaan Indonesia di Alun-alun Kejaksaan, Jalan Kartini, Cirebon. Sutan Sjahrir dan dr Soedarsono adalah sosok sentral yang menggagas pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut.

Sjahrir adalah kawan dekat Mohammad Hatta dan tokoh gerakan bawah tanah di masa kolonialisme Jepang. Sementara, dr Soedarsono adalah dokter di Rumah Sakit Oranje yang kini menjadi RSD Gunung Jati, Kota Cirebon. Ia juga kader Pendidikan Nasional Indonesia atau PNI Pendidikan di bawah Hatta dan Sjahrir.

Dikutip dari Kompas TV, Budayawan Cirebon Nurdin M Noor mengatakan alasan mengapa Cirebon dipil sebagai tempat pembacaan proklamasi kemerdekaan tersebut. “Cirebon dipilih karena saat itu dianggap masih aman dari penjajah Jepang," ujar Nurdin M Noer pada Kamis (15/8/2019), dikutip Tribunnews.

Sjahrir sebelumnya telah mendengar siaran BBC yang mengabarkan kekalahan Jepang. Ia ingin Indonesia mengumumkan kemerdekaan secepat-cepatnya. Ia sebenarnya menunggu Bung Karno dan Bung Hatta menandatangani teks proklamasi sebelum 15 Agustus 1945. Namun karena kedua tokoh tersebut menolak, Sjahrir marah dan menganggap mereka pengecut.

Dikabarkan Sjahrir sempat menggerakkan para pemuda di Jakarta untuk menduduki stasiun radio Hoosoo Kyoku di Gambir, namun gagal. Polisi Jepang, Kempeitai berhasil menghalangi mereka.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Erick Thohir Resmi Menyandang Marga Sidabutar

Minggu, 27 November 2022 | 11:41 WIB

Komisi V DPR Minta Menhub Segera Tertibkan Jetty Liar

Jumat, 25 November 2022 | 15:58 WIB
X