• Minggu, 27 November 2022

Hari Ini 77 Tahun Lalu, Soekarno: Ini Leherku, Saudara Boleh Bunuh Saya Sekarang Juga......

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:21 WIB

Segera seusai konferensi, Kementerian Luar Negeri mengirimkan perintah-perintah ke kedutaan di Swiss dan Swedia untuk menerima syarat-syarat kapitulasi yang ditentukan Sekutu. 

Naskah Perintah Kekaisaran selesai pada pukul 19.00, ditulis oleh ahli kaligrafi resmi istana, dan dibawa ke menteri kabinet untuk ditandatangani. Sekitar pukul 23.00, Kaisar Hirohito dengan bantuan seorang awak rekaman NHK membuat sebuah rekaman gramafon berisi pembacaan pidato naskah Perintah Kekaisaran tentang kapitulasi.

Rekaman tersebut diberikan kepada pengurus rumah tangga istana Yoshihiro Tokugawa yang menyembunyikannya dalam tempat penyimpanan di kantor sekretaris Permaisuri Kōjun. Malam itu terjadi sebuah percobaan kudeta untuk menggagalkan disiarkannya pernyataan Kaisar Hirohito sehingga istana sempat diduduki oleh kelompok yang dipimpin oleh Hatanaka, namun berhasil digagalkan.

Ini Leherku

Dalam situasi itulah para pemimpin pergerakan, baik tua maupun muda memetik peluang untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Tanggal 14 Agustus 1945 merupakan salah satu penting dalam proses panjang menuju kemerdekaan Indonesia.

Silang pendapat antara kaum muda dan tua mewarnai proses menjelang kemerdekaan. Bisa dipahami, kaum muda ingin segera memanfaatkan momentum yang terbuka, sedangkan golongan tua selalu penuh perhitungan.

Dalam buku Konflik di Balik Proklamasi (2010) yang disusun St Sularto dan Dorothea Rini Yunarti, Bung Karno menolak, seraya berkata tegas: "Inilah leherku. Saudara boleh membunuh saya sekarang juga. Saya tidak bisa melepas tanggung jawab saya sebagai Ketua PPKI. Karena itu, saya akan tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok.”

Gagal membujuk Sukarno, golongan muda kembali mengadakan rapat. Tokoh-tokoh muda yang hadir antara lain, Chairul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, Wikana, Armansjah, Sukarni, Jusuf Kunto, Singgih, dr. Muwardi dari Barisan Pelopor, dan lainnya. Diputuskan, Bung Karno dan Bung Hatta akan diamankan ke luar kota demi menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang

 

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Terkini

Komisi V DPR Minta Menhub Segera Tertibkan Jetty Liar

Jumat, 25 November 2022 | 15:58 WIB

Munas Hipmi Sempat Diwarnai Keributan dan Adu Jotos

Selasa, 22 November 2022 | 10:49 WIB
X