• Minggu, 27 November 2022

Hari Ini 77 Tahun Lalu, Soekarno: Ini Leherku, Saudara Boleh Bunuh Saya Sekarang Juga......

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:21 WIB

Marsekal Terauchi juga mengatakan awalnya Jepang mengagendakan kemerdekaan Indonesia tanggal 24 Agustus. Namun setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Terauchi mempersilahkan waktu yang tepat kepada para pemimpin Indonesia. 

“Kapan pun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan,” begitu kata Terauchi.

Setiba di Jakarta, para tokoh muda sudah berkumpul dan segera menemui Bung Karno dan Bung Hatta. Mereka telah mendengar berita kekalahan Jepang dari telegram yang masuk ke kantor PTT di Bandung. Selain itu Sutan Sjahrir jug memonitor berita BBC secara sembunyi-sembunyi.

Kaum muda, antara lain Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendesak Bung Karno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Sjahrir Cs bahkan sudah menyiapkan teks proklamasinya.

Namun Soekarno dan Hatta menolak. Bung Karno menegaskan, sebagai Ketua PPKI (Panitya Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ia harus terlebih dahulu berunding dengan anggota yang lain.

Kalangan muda tampaknya berkeras untuk memproklamasikan kemerdekaan sesegera mungkin, tidak mau mendengar PPKI yang rentan dipengaruhi penguasa Jepang. Mereka ingin kemerdekaan Indonesia itu merupakan hasil perjuangan sendiri, bukan hadiah dari Jepang.

Jepang Kalah

Di belahan dunia lain, tanggal 14 Agustus juga terjadi perkembangan sangat menentukan di Jepang. Kabinet dan pihak militer berunding mengenai ancaman tentara Sekutu agar Jepang segera menyerah. Keputusan tidak segera diambil sehingga menimbulkan kecurigaan pihak Sekutu bahwa Jepang sedang menyiapkan serangan habis-habisan.

Tentara Sekutu kemudian memuntahkan meriam dan menjatuhkan bom dari udara sebagai tanda bagi Jepang agar secepatnya menyerah. Makim malam serangan bom tambah intensif, bahkan tentara Sekutu membo m kilang minyak milik Nippon Oil Company di Tsuchizaki, yang menghasilkan hampir 70% kebutuhan minyak Jepang.

Dikutip blj.co.id, Kabinet Jepang segera melakukan rapat dan dengan suara bulat meratifikasi keinginan Kaisar. Mereka juga memutuskan untuk menghancurkan sebagian besar dokumen yang berkaitan dengan kejahatan perang dan tanggung jawab perang dari para pemimpin-pemimpin tertinggi Jepang.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Terkini

Komisi V DPR Minta Menhub Segera Tertibkan Jetty Liar

Jumat, 25 November 2022 | 15:58 WIB

Munas Hipmi Sempat Diwarnai Keributan dan Adu Jotos

Selasa, 22 November 2022 | 10:49 WIB
X