• Selasa, 4 Oktober 2022

Keberadaan Satgassus Polri Perlu Dievaluasi

Banjar Chaeruddin
- Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:07 WIB

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso (Foto: metropolitan.id)

SINAR HARAPAN--Keberadaan Satgas Khusus (Satgassus) perlu dievaluasi oleh pimpinan Polri agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Seperti diketahui Satgassus terakhir dipimpin oleh Irjen Ferdy Sambo, yang kini ditahan dan menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir Josua (J) Hutabarat. Satgassus dibentuk pada masa Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Ketua Indonesia Polce Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam pernyataannya meminta keberadaan Satgassus dievaluasi. “IPW juga meminta keberadaan Satgassus di evaluasi ke depannya terkait kewenangan yg tumpang tindih, dan potensi penyalahgunaan kewenangan yg diberikan oleh Kapolri pada Satgassus,”

IPW  mengatakan bahwa pernyataannya mengenai 'geng mafia' terkait dengan kasus yang diselidiki Tim Khusus dan Inspektorat Khusus yakni pembunuhan Brigadir J.

“Yang dimaksud oleh IPW sebagai geng mafia adalah terkait dengan peristiwa yang saat ini disidik oleh timsus dan irsus yaitu adanya keterlibatan 25 orang yg melakukan dugaan obstruction of justice,” ujar Sugeng dalam keterengan resmi, Selasa (9/8).

Dikutip Bisnis.com, Sugeng menjelaskan bahwa IPW tidak pernah menyebut bahwa Satgasus adalah mafia kejahatan.

“IPW tidak pernah menyebut satgasus sebagai geng mafia kejahatan. Saat itu menyatakan bahwa Satgassus adalah polisi elit dalam Polri, yang membuat tumpang tindih kewenangan penyelidikan dan penyidikan,” tuturnya.

Sugeng juga meluruskan bahwa IPW hanya meminta keberadaan Satgassus dievaluasi, bukan menganggap Satgassus adalah geng mafia.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Bisnis.com

Tags

Terkini

Indonesia Terus Matangkan Persiapan KTT G20

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:02 WIB
X