• Rabu, 5 Oktober 2022

Militer AS Tampilkan UAV Mini Dalam Latihan Bersama TNI di Kaltim

Banjar Chaeruddin
- Minggu, 7 Agustus 2022 | 10:14 WIB
Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa di Amborawang, Samboja, dekat Balikpapan, Kalimantan Timur. ANTARA/HO-Penerangan Kodam XII/Tanjungpura
Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa di Amborawang, Samboja, dekat Balikpapan, Kalimantan Timur. ANTARA/HO-Penerangan Kodam XII/Tanjungpura

SINAR HARAPAN--Personel militer AS menampilkan pesawat tanpa awak (UAV) ukuran mini sebagai sarana pengintaian dalam latihan temputr bersama TNI di Pusat Latihan Tempur Amborawang, Samboja, 50 km utara Balikpapan, Kalimantan Timur.

Satu UAV yang diterbangkan itu berukuran lebih kurang sebesar pipa paralon setengah inci dan panjng kurang dari 10 cm, yang dinamakan Black Hornet. Ia berpenampilan seperti capung dan digunakan untuk pengintaian.

Dengan kamera resolusi tinggi namun mini, satu Black Hornet bisa menyusup teritori lawan tanpa ketahuan dan mengintai meski dalam gelap.

Ada juga UAV yang lebih besar yang bisa membawa senjata. “TNI juga sudah punya semua peralatan ini,” kata Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, akhir pekan lalu.

Satu Black Hornet berharga hingga Rp250 juta, dan masuk sistem persenjataan TNI sejak 2021 lampau.

Latihan bersama bertajuk Super Garuda Shield 2022 antara prajurit TNI AD dengan Angkatan Darat Amerika Serikat digunakan untuk mempraktikkan penggunaan berbagai perlengkapan dan persenjataan kedua belah pihak.

Sebelum berpraktik tempur di lapangan, para prajurit mengikuti materi yang disampaikan dalam ruangan selama empat hari. Sebelumnya juga dikenalkan rompi MILES untuk melindungi personel dari terjangan peluru dan benda keras/tajam mematikan hingga skala tertentu

Dalam latihan tempur kali ini, para prajurit dilengkapi sensor di senjata dan dilekatkan pada seragam masing-masing. Maka prajurit yang terkena tembakan maka sensor di tubuhnya akan bersuara atau menyalakan lampu.

"Ini adalah sistem untuk membuat latihan terasa realistis walaupun pelurunya (yang dipakai) bukan peluru tajam,” kata Perkasa, yang juga memerintahkan prajurit berinteraksi satu sama lain hingga saling mengenal secara lebih baik.

Latihan berlangsung hingga 14 Agustus mendatang yang juga melibatkan 150 prajurit Batalion Infanteri 623/Bhakti Wira Buana dan 173 serdadu Angkaran Darat Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Indonesia Terus Matangkan Persiapan KTT G20

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:02 WIB
X