• Rabu, 30 November 2022

PM Kishida: Kunjugan Presiden Jokowi Momentum Pererat Dua Negara

- Rabu, 27 Juli 2022 | 13:28 WIB
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, bersiap memberi pernyataan bersama di Kantor PM Jepang, di Tokyo, Rabu (27/7/2022).(Antara/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, bersiap memberi pernyataan bersama di Kantor PM Jepang, di Tokyo, Rabu (27/7/2022).(Antara/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

SINAR HARAPAN - Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, menyebut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Tokyo menjadi momentum untuk mempererat relasi kedua negara.

"Kami akan menjadikan kunjungan Presiden Joko Widodo ini sebagai momentum untuk mempererat hubungan Jepang dan Indonesia, mengingat kita akan memperingati 65 tahun hubungan diplomatik dan 50 tahun persahabatan dan kerja sama Jepang-ASEAN pada tahun depan," kata dia, dalam keterangan pers bersama di Kantor PM Jepang di Tokyo, Rabu 27 Juli 2022.

Mengawali agenda kerja di Tokyo, Jokowi melakukan pertemuan dengan dia di Kantor PM Jepang. "Bersama dengan Indonesia, Jepang akan berkontribusi untuk perdamaian dan kestabilan dunia," katanya.

Baca Juga: Indonesia dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Maritim hingga Energi

Menurut dia, Jokowi juga telah menyepakati untuk mencabut semua pembatasan impor produk makanan dari Jepang.

"Semua dicabut, yang sebelumnya diberlakukan setelah gempa besar Timur Jepang, semua sudah dicabut. Hal itu yang sangat menyemangatkan masyarakat yang terkena bencana dan saya sangat menyambut baik hal tersebut," kata Kishida, sebagaimana dipancarluaskan dari  Reuters yang dipantau di Jakarta.

Ia juga mengatakan Jepang akan terus mendukung upaya Indonesia dalam keketuaan G20 menuju kesuksesan KTT G20 di bali.

Baca Juga: Presiden Jokowi Diterima Perdana Menteri Kishida di Tokyo

"Dalam working lunch setelah konferensi pers bersama ini, kami akan mendiskusikan situasi di kawasan dan kerja sama internasional. Pembahasan situasi di kawasan antara lain agresi Rusia ke Ukraina, Laut Tiongkok Timur dan Selatan, kebijakan terhadap Korea Utara seperti isu nuklir, rudal, dan isu penculikan, serta situasi di Myanmar. Pembahasan kerja sama internasional antara lain pelucutan senjata dan nonproliferasi nuklir serta peningkatan fungsi PBB," ujarnya.

Sedangkan Jokowi secara khusus meminta agar Jepang dapat memberikan dukungan penurunan tarif untuk beberapa produk, antara lain tuna, pisang, dan nanas dan akses pasar untuk produk mangga.

Dalam bidang investasi, Presiden Jokowi menyambut baik sejumlah investasi baru Jepang di Indonesia, dan menghargai proyek-proyek yang diselesaikan tepat waktu, dan juga mengundang investasi baru Jepang lain di berbagai bidang.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Tiba di Tokyo

"Beberapa proyek strategis yang saya sampaikan agar dipercepat penyelesaiannya, antara lain MRT Jakarta Utara-Selatan Fase II dan Timur-Barat Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, perluasan Pelabuhan Patimban, dan Jalan Tol Akses Patimban, dan kami juga membahas komitmen kerja sama bagi kelanjutan Proyek Gas Masela," katanya.

Jokowi juga mendorong dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi baru Jepang untuk mendukung beberapa proyek strategis Indonesia, terutama untuk hilirisasi komoditas alam, pengembangan mobil dan motor listrik, serta sektor kesehatan dan pangan.

"Secara khusus saya mengajak Jepang untuk mendukung percepatan pencapaian target Nett Zero Emission Indonesia melalui advokasi teknologi inovatif seperti teknologi hidrogen dan amonia," dia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Kopi Papua Mendunia

Selasa, 29 November 2022 | 07:47 WIB

Erick Thohir Resmi Menyandang Marga Sidabutar

Minggu, 27 November 2022 | 11:41 WIB
X