• Selasa, 6 Desember 2022

Surya Paloh Beberkan Kriteria Calon Presiden Ideal, Salah Satunya Konsisten Ucapan dengan Perbuatan

- Senin, 25 Juli 2022 | 16:09 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) pada saat memberikan keterangan kepada media usai menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Sosiologi Politik dari Universitas Brawijaya, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (25/7/2022).(Antara/Vicki Febrianto)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) pada saat memberikan keterangan kepada media usai menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Sosiologi Politik dari Universitas Brawijaya, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (25/7/2022).(Antara/Vicki Febrianto)


SINAR HARAPAN - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membeberkan sejumlah kriteria ideal untuk calon presiden yang akan berkontestasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Usai menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Sosiologi Politik dari Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, Senin 25 Juli 2022, Surya Paloh mengatakan bahwa salah satu kriteria presiden yang ideal adalah sosok tersebut konsisten antara apa yang diucapkan dengan perbuatannya.

"Konsisten ucapan dengan perbuatannya dan mampu memberikan nilai tambah atas dasar keteladanan, perilaku, dan sikapnya. Kalau kita bicara orang yang mumpuni, itu relatif sekali," kata Surya Paloh.

Baca Juga: Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Surya Paloh Ajak Elemen Bangsa Meneguhkan Politik Kebangsaan

Ia menjelaskan siapa pun yang akan maju dalam Pemilu Presiden 2024, ia sangat berharap sosok tersebut bisa memberikan semangat pengorbanan untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan.

Menurutnya, sikap rendah hati untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang tercermin dalam kehidupan keseharian, termasuk menjadi salah satu kriteria penting bagi sosok calon presiden tersebut.

"Perilaku keseharian ada kerendahan hati, bukan rendah diri, bisa merakyat, dan menawarkan pemikiran-pemikiran dengan banyak tersenyum, bukan marah-marah," ujarnya.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Anugerahi Surya Paloh Gelar Doktor Honoris Causa

Ia menambahkan masyarakat Indonesia saat ini dinilai rindu atas kehadiran sosok yang ramah untuk memimpin bangsa. Selain itu, tentunya ada kriteria lain seperti parameter asas kepantasan dan kepatutan untuk calon presiden tersebut.

"Sosok yang penuh ramah tamah ini bagian yang dibutuhkan sekarang ini. Ketika semua kencang, pemimpin-pemimpin, elite partai kencang, dan marah-marah, saya pikir rusak semua kehidupan ini," ujarnya.

Ia berharap para calon presiden yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 tidak menyebarkan kemarahan dan saling merendahkan satu sama lain. Ia berharap para calon tersebut bisa membawa Indonesia maju ke depan.

Baca Juga: Surya Paloh Ungkap Peluang Koalisi dengan Partai Demokrat

"Bukan dengan caci maki di antara kita, satu sama lain, saling merendahkan. Itu yang menjadi perhatian bersama. Kita harus mendukung suasana yang lebih kondusif agar bangsa ini bergerak maju ke depan," katanya.

Ia memastikan tidak akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Ia meyakini banyak tokoh dan anak bangsa yang sudah diproyeksikan untuk berkontestasi pada Pemilu 2024.

"Kita sudah memahami bersama banyak terjadi upaya dan usaha untuk menampilkan tokoh anak-anak bangsa yang diproyeksikan menjadi calon-calon presiden kita, Kalau saya pribadi tidak (mencalonkan diri)," katanya.

Baca Juga: Prabowo Temui Surya Paloh, Buka Peluang Anies-Sandi Maju Pilpres 2024

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Sosiologi Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB).

Pemberian gelar doktor HC itu diberikan kepada seseorang yang dianggap bukan hanya memiliki jasa besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, namun juga karena karena memiliki tindakan bagi perkembangan kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Anies Bertemu Wali Nanggroe Aceh

Jumat, 2 Desember 2022 | 22:33 WIB
X