• Minggu, 2 Oktober 2022

BNPB: Lockdown Diterapkan di Provinsi Yang 50% Kecamatan Terjangkit PMK

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 24 Juni 2022 | 16:15 WIB

Pemeriksaan PMK (Foto: jawapos.com)

SINARHARAPAN--Presiden Joko Widodo menginstruksikan BNPB melakukan penguncian (lockdown) wilayah berstatus zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi provinsi yang 50 persen kecamatannya sudah terinfeksi penyait hewan itu.

"Ini tidak boleh ada pergerakan hewan dari satu titik ke titik lain. jadi semuanya di-lockdown," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Jumat (24/6).

Berbicara dalam rapat koordinasi penanggulangan PMK, Suharyanto menegaskan lockdown dilakukan agar tidak lagi bertambah daerah merah terkait PMK.

Masyarakat diharap tetap tenang dan waspada, serta menyadari sepenuhnya terkait dengan PMK. Sehingga kemungkinan adanya perbedaan khususnya terkait mobilisasi hewan ternak atau perpindahan hewan ternak dan satu titik ke titik lain, terutama di daerah-daerah yang zona merah PMK.

Baca Juga: Wabah PMK di Lombok Tengah Terus Melonjak

Arahan kedua adalah pembentukan Satuan Tugas Daerah untuk mendata dan memastikan dokter hewan dan otoritas veteriner yang ada di daerah masing-masing, dan segera difungsikan di tiap daerah masing-masing di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi, dan terutama di Zona zona merah.

Ketiga adalah mendata kebutuhan vaksin dan tenaga vaksinator, mengingat Kementerian Pertanian pada akhir minggu ini akan melaksanakan vaksinasi PMK.

Data-data tersebut kemudian diintegrasikan dengan menggunakan sistem pelaporan data COVID-19 yang selama ini sudah berjalan.

Baca Juga: Menag Yaqut Jelaskan Hukum Kurban di Tengah Wabah PMK

Berikutnya adalah membentuk posko PMK untuk mengawasi lalu lintas hewan ternak, dengan mengaktifkan posko PPKM Mikro di tingkat Desa, kecamatan yang selama ini digunakan untuk pengendalian kasus COVID-19.

"Gunakan posko-posko ini untuk memonitor dan mengawasi dan melaksanakan tahap-tahap penanganan terkait dengan PMK/ Terkait data vaksinasi, testing, tracing, ini akan dilaksanakan lagi jadi sama polanya sama seperti COVID-19," kata dia.

Ia meminta setiap daerah mengaktifkan lagi posko-posko lintas daerah, jembatan timbang, pelabuhan laut dan udara, dan posko desa untuk mengawasi lalu lintas ternak.

Baca Juga: Waspada PMK, Berikut Cara Memilih Hewan Kurban Idul Adha yang Sehat dan Layak, Pahami Sebelum Membeli

Selain itu Suharyanto meminta provinsi, kabupaten/kota yang belum terkena wabah PMK dapat menjaga pintu-pintu masuk ke wilayahnya, agar jangan sampai ada lalu lintas hewan yang masuk, apalagi jika hewan ternaknya belum terjamin kesehatannya.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Jusuf Kalla Soroti Kemunduran SDM Orang Minangkabau

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:56 WIB
X