• Senin, 4 Juli 2022

Mahfud MD Setuju Presidential Threshold 4%

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 24 Juni 2022 | 08:03 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

SINARHARAPAN--Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan dia tidak mendukung presidential threshold (PT) 20 persen, namun tidak setuju juka diturunkan menjadi 0 persen.

Mahfud menjawab tudingan pengamat Rizal Ramli bahwa dirinya pendukung PT 20 persen. "Saya pastikan Rizal Ramli salah. Dia memang pernah ke rumah dan bilang akan menggugat presidential threshold 0 persen ke MK. Saya, bilang 'silahkan', bagus kalau MK mau memutus begitu. Tapi saya tak setuju 0 persen maupun 20 persen. Yang saya setuju, dan sudah pernah saya usulkan di DPR adalah 4 persen," ujarnya seperti dikutip dari cuitan akun Twitter, Jumat (24/6) dini hari.

Mahfud MD menjelaskan, menurut UUD 1945 pasangan capres/cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol peserta pemilu yang diatur dengan UU.

Dia mengusulkan agar parpol boleh mengusung capres/cawapres adalah parpol yang sudah punya kursi di DPR, yakni mencapai presidential threshold 4 persen. Menurutnya, 4 persen adalah bukti 'resmi' punya dukungan rakyat.

"Meski begitu saya persilahkan RR jika untuk kesekianbelaskalinya akan menggugat ke MK. Siapa tahu MK mengabulkan. Tapi saya selalu bilang, menurut MK, penentuan threshold itu ada di DPR, bukan di MK. Bagi MK boleh saja 0%, 4%, atau 20%, penentunya bukan MK melainkan legislatif. Sejak dulu begitu sikap MK," tulis Mahfud seperti dikutip Bisnis.com.

Pernyataan Mahfud itu menjawab cuitan Rizal Ramli yang mengunggah foto bahwa hasil 92 persen pemilihan kepala daerah (pilkada) dibiayai oleh cukong. Kemudian, Rizal Ramli menyentil bahwa presidential threshold 20 persen adalah biang kerok dari hasil pilkada tersebut.

Dia pun menyindir Mahfud MD. Rizal Ramli menceritakan pada September 2020 bertandang ke rumah Mahfud MD, dan bersepakat bahwa dirinya akan berjuang dari luar untuk menghapus presidential threshold, sedangkan Mahfud MD dari dalam sistem pemerintahan.

"Mas Mahfud sudah sempat berjuang belum?" kata Rizal Ramli seperti dikutip dari akun Twitternya. Itu lho akibat dari sistim threshold 20%, tidak ada di UUD tapi jadi basis dari demokrasi kriminal !Waktu Itu Sept 2020, kita bersepakat, RR akan berjuang dari luar untuk hapus threshold, Mas Mahfud akan berjuang dari dalam sistim ???? Mas Mahfud sudah sempat berjuang belum ???? ?— Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) June 23, 2022

 

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Tags

Terkini

X