• Rabu, 29 Juni 2022

Hasto: PDIP Sulit Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 11:52 WIB
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.(Antara/HO-PDIP)
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.(Antara/HO-PDIP)


SINAR HARAPAN - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa partainya sulit bekerja sama dengan PKS dan Partai Demokrat di Pemilu 2024.
 
"Kalau dengan PKS tidak," kata Hasto ketika ditanya tentang kemungkinan PDIP bergabung dalam rencana koalisi NasDem dan PKS, di sela-sela Rakernas II PDIP Tahun 2021, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis 23 Juni 2022.
 
Hasto lantas menyampaikan selamat atas kesepakatan antara PKS-NasDem untuk Pemilu 2024."Ya itu bagus sekali, ada partai yang secara dini sudah membangun koalisi antara NasDem-PKS. PDIP mengucapkan selamat atas koalisi NasDem dan PKS tersebut," katanya.

Baca Juga: PDIP Buka Peluang Koalisi dengan PKB dan Gerindra

Hasto pun mengatakan bahwa PDIP tidak masuk ke dalam pusaran koalisi yang kini coba dibangun oleh parpol.

Namun, kata Hasto, PDIP memiliki keyakinan bahwa jalan yang harus ditempuh saat ini adalah turun ke bawah dan menyerap aspirasi masyarakat.
 
Setelah pertemuan PKS-NasDem, rencananya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono akan menemui Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh untuk penjajakan komunikasi Pemilu 2024.

Baca Juga: Ahmad Syaikhu: PKS Mengutamakan Cari Koalisi

Hasto juga mengatakan PDIP juga sulit untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat."Kalau saya pribadi sebagai sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," katanya.
 
Dia menjelaskan kultur pendukung PDIP sangat berbeda dengan Demokrat, dimana pendukung PDIP adalah wong cilik.
 
"Koalisi harus melihat emosional 'bonding' pendukung PDI, pendukung PDIP adalah rakyat wong cilik yang tidak suka berbagi bentuk kamuflase politik. Rakyat itu apa adanya, rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat, sehingga aspek-aspek historis itu tetap dilakukan," kata Hasto.

Baca Juga: Megawati: Tidak Ada Koalisi dalam Sistem Tata Negara Indonesia

Ditanya soal peluang kerja sama dengan Partai NasDem, Hasto enggan menjawab dengan jelas.
 
"Kami kan dengan NasDem bekerja sama sejak 2014 mendukung pemerintahan Pak Jokowi. Kalau untuk 2024 kan masing-masing punya strategi. Nanti tiga sampai empat bulan sebelum pencapresan baru dikerucutkan (mitra koalisi)," tuturnya.
 
Menurut Hasto, partainya mengedepankan etika politik dan melihat faktor historis dalam upaya pembangunan koalisi.
 
Dia menambahkan, PDIP memiliki kedekatan historis dengan PAN, PKB, PPP Golkar, dan Gerindra.
 
"Ya kita ini kan dengan PAN, karena kan basisnya kan Muhammadiyah, dengan PKB dengan PPP, kemudian dengan Golkar, dengan Gerindra. Kita ingin membangun semangat gotong royong, tetapi kerja sama ini kan muncul dari satu niat terdalam bagi kemajuan Indonesia," tuturnya.***
 

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Partai Buruh Gugat UU P3 ke Mahkamah Konstitusi

Senin, 27 Juni 2022 | 21:22 WIB

Megawati: Kader Yang Korupsi Pecat

Senin, 27 Juni 2022 | 16:47 WIB

Jusuf Kalla Doakan Tjahjo Kumolo Lekas Sembuh

Senin, 27 Juni 2022 | 09:59 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Tiba di Jerman

Senin, 27 Juni 2022 | 05:20 WIB

KPU: Sudah 21 Parpol Miliki Akun Sipol

Minggu, 26 Juni 2022 | 22:06 WIB
X