• Jumat, 1 Juli 2022

Meutya Hafid Apresiasi Rencana Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia

- Kamis, 23 Juni 2022 | 09:22 WIB
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.(Antara/HO-DPR)
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.(Antara/HO-DPR)


SINAR HARAPAN - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengapresiasi rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia sebagai bukti Indonesia mendorong perdamaian dunia.

"Sebagai Ketua Komisi I DPR, saya menganggap tepat rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dalam kapasitas sebagai Presidensi (Keketuaan) G2o dan anggota the Champion Group of the United Nations’ Global Crisis Response Group (GCRG) ke Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia, akhir bulan Juni 2022," kata Meutya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 23 Juni 2022.

Dia menilai rencana pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta Presiden Rusia Vladimir Putin, merupakan langkah yang tepat untuk menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan dorongan untuk perdamaian.

Baca Juga: Selain Bertemu Putin, Jokowi Akan Lakukan Kunjungan ke Kiev untuk Temui Zelensky

Selain itu, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo sejalan dengan hasil-hasil rapat kerja Komisi I DPR dengan Menteri Luar Negeri Indonesia. Komisi I DPR meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengintensifkan diplomasi pada tingkat tertinggi dalam mencari solusi atas konflik Rusia-Ukraina.

"Saya melihat ini juga sebagai sinergitas pemerintah dan parlemen dalam menentukan posisi Indonesia dalam diplomasi global khususnya terkait konflik Rusia-Ukraina," kata Politisi perempuan Partai Golkar itu.

Meutya berpandangan kunjungan Presiden Joko Widodo di tengah masa sulit ini mencerminkan politik luar negeri (polugri) RI yang bebas aktif dalam ikut berkontribusi terhadap pencarian solusi damai atas konflik Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Jokowi Akan Mengunjungi Putin di Moskow, Ini Topik yang Bakal Dibahas

"Kunjungan ini juga mencerminkan posisi dasar Indonesia yang imparsial dan mengedepankan dialog dan perundingan dalam penyelesaian sengketa ketimbang jalur militer dan peperangan," ia menjelaskan.

Mantan jurnalis yang pernah meliput di daerah-daerah konflik itu berharap Indonesia dapat mendorong semua pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan.

"Saya juga berharap Indonesia dapat memastikan koridor kemanusiaan tetap dibuka di wilayah perang Rusia-Ukraina," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:26 WIB

Tok! DPR Setujui Lima RUU Provinsi Menjadi UU

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:24 WIB
X