• Sabtu, 13 Agustus 2022

Skenario di Pilpres 2024, Jago Koalisi Indonesia Bersatu Minim Peluang

- Kamis, 2 Juni 2022 | 16:27 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (12/5/2022).(Antara/Indrianto Eko Suwarso)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai menggelar pertemuan di Jakarta, Kamis (12/5/2022).(Antara/Indrianto Eko Suwarso)



SINAR HARAPAN - Meski Pemilu Serentak baru akan dilakukan 2024 mendatang tetapi dinamika terkait siapa calon presiden yang akan digadang-gadang setiap partai politik maupun koalisi yang sudah terbentuk, kini mulai ramai menjadi sorotan.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif'an memaparkan kemungkinan skenario yang akan terjadi di Pilpres 2024 ketika dihubungi sinarharapan.co, Kamis 2 Juni 2022.

Salah satu yang disoroti Ali adalah soal bagaimana dengan kubu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang di dalamnya ada Golkar, PAN, dan PPP dalam menetapkan calonnya? Akankah capres yang diusungnya juga merupakan salah satu anggota koalisi tersebut?

Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Jadi Gerbong Penyelamat Ganjar Pranowo

Menurut Ali, di antara ketiga nama-nama Ketum partai anggota KIB yaitu Airlangga Hartarto, Zulkiflil Hasan, dan Suharso Monoarfa, cenderung lebih baik ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Menurut data survei, mereka itu (Koalisi Indonesia Bersatu) ketum-ketum partai yang ditetapkan publik di posisi cawapres," ujar Ali.

Lulusan magister politik dari Universitas Indonesia ini juga memprediksikan, jika dipaksakan pasangan Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan (Golkar-PAN), atau Airlangga-Suharso Monoarfa (Golkar-PPP) secara statistik untuk menang agak berat.

Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Dinilai Takkan Permanen

"Tapi secara statistik hari ini, kalau konfigurasi capresnya dari ketum-ketum partai itu (anggota KIB) agak sulit," dia menjelaskan.

Sehingga Ali menyarankan agar penetapan capresnya lebih baik dari luar koalisi tersebut, atau tokoh-tokoh yang masuk kedalam jajaran tiga besar radar survei.

"Top three itu Prabowo, Ganjar dan Anies," dia menegaskan.

Namun kembali lagi, ia menegaskan bahwa KIB ini masih bersifat sementara atau belum tentu permanen, mengingat dinamika politik menjelang dua tahun Pilpres masih sangat cair.(Pramesti Regita)

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Paspor Indonesia Disain Baru Ditolak di Jerman

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:56 WIB
X