• Jumat, 1 Juli 2022

Massa Perisai Demo Bela UAS di Depan Kedubes Singapura

Banjar Chaeruddin
- Jumat, 20 Mei 2022 | 15:29 WIB
Demo di depan Kedubes Singapura (Foto: Bisnis.com) (Pernita Hestin Untari)
Demo di depan Kedubes Singapura (Foto: Bisnis.com) (Pernita Hestin Untari)

SINARHARAPAN--Sekelompok massa yang tergabung dalam Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) menggelar demo di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura di Jakarta, Jumat (20/5).

Aksi unjuk rasa tersebut berkaitan dengan kasus penolakan kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) oleh pemerintah Singapura beberapa hari lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan adanya aksi demo di gedung Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, tersebut. Ia mengatakan sebanyak 50 demonstran diperkirakan melakukan aksi unjuk rasa.

Sementara itu, terkait kasus UAS tersebut Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi meminta semua pihak menghargai otoritas Singapura terhadap kedatangan UAS.

"Menurut saya, masalah pencekalan terhadap UAS itu, meskipun kita ikut prihatin terhadap kejadian tersebut, sebaiknya kita tetap bersikap proporsional, tidak perlu emosi yang berlebihan. Apalagi mengaitkan masalah tersebut dengan intervensi politik negara, misalnya menyebut 'pesanan Jakarta'. Hal tersebut sangat tidak relevan dan tidak beralasan," ujar Zainut lewat keterangan tertulis, Jumat (20/5).

Kejadian penolakan seperti ini sering terjadi. "Misalnya Pak Prabowo pernah tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat. Hal serupa juga menimpa mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat tahun 2017. Dan saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya. Jadi menurut saya hal tersebut hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan," katanya.

"Mari kita membangun sikap hidup yang lebih terbuka dan toleran agar tidak selalu dihantui perasaan curiga dan syak wasangka yang berlebihan. Ajaran agama Islam mengajarkan bahwa kita harus menjauhi prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa," tuturnya.

Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri Singapura membenarkan telah menolak kedatangan Abdul Somad pada Senin  (16/5).

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” bunyi keterangan Kementerian Dalam Negeri Singapura dikutip dari laman resminya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:26 WIB

Tok! DPR Setujui Lima RUU Provinsi Menjadi UU

Kamis, 30 Juni 2022 | 13:24 WIB
X