• Selasa, 5 Juli 2022

Yusril Temui Ketua Umum PAN dan PPP

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:40 WIB
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjumpai dua ketua umum partai koalisi pemerintah, PAN dan PPP guna membahas kemungkinan koalisi di Pemilu dan Pilpres 2024.

Usai menjumpai Ketum PAN, Zulkifli Hasan pada Selasa (18/1/2022) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Yusril tak lama menemui Ketum PPP, Suharso Monoarfa di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan pada Kamis (20/1/2022).

"Bahkan jika mungkin ketiga partai dapat membentuk sebuah koalisi ketika mendaftar sebagai peserta Pemilu," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Noor dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (22/1/2022).

Lewat pertemuan itu, Afriansyah prihatin atas keberadaan partai-partai berbasis Islam modernis yang suaranya kian menurun dari pemilu ke pemilu. Ia mengklaim pertemuan Ketum partainya, Yusril dengan sejumlah elite PAN dan PPP disambut positif guna membuka kemungkinan berkoalisi.

Selain membahas koalisi, pihaknya juga membuka wacana agar pencalonan dalam pemilihan legislatif (pileg) bisa dilakukan lewat koalisi, sebagaimana aturan yang berlaku dalam mekanisme pencalonan presiden.

Menurut dia, model koalisi dalam pileg mestinya tidak memerlukan perubahan UU Pemilu. Dia pun berharap Mahkamah Konstitusi (MK) memberi tafsir, bahwa peserta pileg adalah parpol atau gabungan parpol.

"Selanjutnya tinggal KPU yang membuat aturan teknis bagaimana tata cara gabungan parpol ikut pileg dengan satu nomor urut. Kalau ini terjadi, hal itu sama sekali tidak akan mengganggu jadwal dan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024," katanya.

Jika ketentuan itu berlalu, Afriansyah menyebut akan ada fraksi koalisi partai di DPR. Fraksi koalisi partai bisa menjadi cikal bakal kerja sama yang lebih erat antara partai-partai bersangkutan.

Ia pun berharap MK berkenan menafsirkan keberadaan partai gabungan ikut dalam satu nomor urut dalam pemilu."Selama ini, MK selalu bicara penyederhanaan parpol di tanah air dalam rangka membangun demokrasi yang sehat. MK juga selalu bicara penguatan sistem pemerintahan presidensial dengan jumlah partai yang sederhana," ujarnya.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X