• Minggu, 14 Agustus 2022

Cegah Narkoba di Lapas, BNN Bentuk Tempat Assesment Terpadu

- Kamis, 27 September 2018 | 16:10 WIB
Kepala BNN Komjen Heru Winarko tengah memberikan penjelasan kepada awak media.
Kepala BNN Komjen Heru Winarko tengah memberikan penjelasan kepada awak media.

JAKARTA - Pencegahan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) belum bisa diberantas secara maksimal. Bahkan, hal ini menjadi kegelisahan sendiri bagi Badan Narkotika Nasional (BNN). Terkait hal itu, BNN mengandeng Bareskrim Polri dan Hakim Agung membentuk beberapa langkah untuk mencegah peredaran narkoba di Lapas.

"Ini yang perlu kita kembangkan. Kita harapkan keterbukaan dari Dirjen Lapas untuk bagaimana perbaikan k edalam, karena bukan hanya itu saja, BNN juga mengajak pertemuan dengan Kabareskrim dan Hakim Agung, sudah ada pertemuan," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (27/9/2018).

Ia melanjutkan, nantinya bukan hanya pemberantasan yang dilakukan tetapi juga pencegahan dan pemberdayaan penindak hukum. "Misalnya di penyidikan mereka dan kita masuk dari pencegahan. Yaitu memberitahu bahaya narkotika, sistem juga kita perbaiki, kita juga menyiapkan K9 atau pasukan anjing pelacak. Pada jam-jam tertentu kita siapkan anjing pelacak, lalu juga minta sistem untuk pengawasan komunikasi," katanya.

Fokus BNN adalah kejelasan hukum bagi pengguna narkoba. Menurut Heru, perlu adanya perbaikan sistem yang lebih tersusun agar penindakan hukum bagi mereka pun menjadi leih jelas. "TAT atau tempat asesment terpadu yang kita adakan di antaranya pelatihan pada penyidik, penuntut dan hakim, termasuk di lapas bersama-sama. Tahun ini ada tiga tempat yaitu di Lampung, di Medan, dan di Kalimanta Timur," tuturnya.

Hal itu dikatakan Heru bertujuan menyatukan persepsi antara penyidik, penuntut, hakim terhadap penindakan hukum penggunaan narkoba. "Apakah dikenakan pasal 54 atau pasal 27. Sehingga dalam TAT ini lebih fokus, selama inikan pengguna langsung masuk ke sel. Sehingga kalau itu dilakukan selain mengurangi pengguna sel, juga kita bisa mengobati penggunaannya. Kalau untuk bandar, pengedar tentu lain," dia menambahkan.(ryo)

Editor: editor2

Tags

Terkini

Paspor Indonesia Disain Baru Ditolak di Jerman

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:56 WIB
X