• Selasa, 16 Agustus 2022

Kapolri Sebut 2 Kelemahan Penyebab Insiden di Rutan Mako Brimob

- Kamis, 10 Mei 2018 | 22:00 WIB
Mako Brimob Kelapa Dua Depok.
Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

DEPOK - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan dua masalah yang menjadi penyebab terjadinya insiden di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Di antaranya kapasitas rutan yang sudah overload dan penyimpanan barang bukti senjata yang berada di ruang pemberkasan.

Tito menyebutkan hal itu saat ditanya awak media di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018)."Masalah sebenarnya over crowded yang kita lihat. Ini sebenarnya cukup untuk kira-kira idealnya 64 orang atau maksimal 90-an," katanya.

Selain itu, ia juga mengakui kalau dirinya baru mengetahui tahanan yang ada di dalam Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok mencapai 155 orang. "Ini saya lihat. Saya juga baru tahu sampai 155 orang di dalam situ. Jadi sangat sumpek sekali," ujarnya.

Kondisi itu menyebabnya muncul kerusuhan di Mako Brimob yang ujungnya menyebabkan lima anggota polisi di ruang pemeriksaan yang letaknya berada di ujung rutan menjadi korban."Jadi anggota kita yang gugur yang lima ini sebetulnya bukan anggota tim penindak atau pemukul. Mereka adalah tim pemberkasan. Tapi mereka juga mempunyai senjata per orangan yang dirampas napi terorisme," katanya.

Penyimpanan barang bukti senjata di ruangan pemberkasan juga menjadi kelemahan yang sejak dulu tidak pernah diperhatikan.(ryo)

Editor: editor2

Tags

Terkini

68 Anggota Paskibraka Dikukuhkan Presiden Jokowi

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:16 WIB
X