Ilmu Ekonomi adalah Bagian dari Ilmu Sosial?

Selasa , 11 Januari 2022 | 09:02
Ilmu Ekonomi adalah Bagian dari Ilmu Sosial?
Sumber Foto : Sinarharapan.co
Marzuki Usman
POPULER

KETIKA penulis mengikuti kuliah “Teori Ekonomi Puncak”, dalam bahasa Inggrisnya “Advance Economics Theory”, yang diikuti oleh Mahasiswa Doktoral (Graduate Student) pada tahun 1975 pada Fakultas Ekonomi (Economics Department), Duke University, Kota Durham, Provinsi Carolina Utara. Kuliahnya disampaikan oleh Prof. Dr. Daniel Graham, Ahli Teori Ekonomi yang terkenal pada waktu itu, di Amerika Serikat.

Beliau menjelaskan bahwa “Ilmu Ekonomi itu adalah Cabang dari Ilmu Sosial. Dan bukanlah Cabang dari pada Ilmu Matematika atau Eksak”.

Beliau meneruskan kuliahnya, bahwa “Pada akhir abad ke 20, banyak para ekonom menggunakan “Teori Matematika”, untuk menjelaskan hukum-hukum ekonomi. Dewasa ini, didalam menjelaskan masalah ekonomi, mereka memanfaatkan Pendekatan kwantitatif, yakni dengan menggunakan Persamaan Matematika, yang lebih dikenal dengan istilah, EKONOMITRIKA”.

Sesungguhnya, ilmu ekonomi masih tetaplah sebagai bagian dari ilmu sosial. Kemudian Para ekonom banyak menggunakan pendekatan atau persamaan matematika, untuk menjelaskan masalah ekonomi. Misalnya, untuk menjelaskan Teori Permintaan (The Demand Theory) yang berbunyi, “Permintaan dari seorang konsumen untuk mengkonsumsikan barang atau jasa, adalah bergantung kepada Harga Barang itu, dan Selera (Taste) dari konsumen.

Lalu para ekonom menjelaskan dengan persamaan matematika sebagai berikut : D = F (P.T) dibaca, The Demand (Permintaan) terhadap Barang dan jasa adalah bergantung kepada Harga Barang itu (Price=P), dan Selera (Taste=T) dari masing-masing konsumen. Karena Selera itu susah diukur, maka para Ekonom yang Terkenal sepakat bahwa, Permintaan terhadap suatu barang oleh konsumen bergantung kepada Harga dari barang itu. Beliau, mengingatkan bahwa Ilmu Ekonomi tetaplah Ilmu Sosial dengan penjelasan sebagai berikut :

Pada ilmu matematika, jika hal seperti ini : A>B dan B>C, dibaca, A lebih besar dari pada B, dan B lebih besar dari pada C, maka kesimpulannya artinya A lebih besar dari C, atau (A>C). Hal seperti ini selalu okay pada ilmu matematika. Tetapi pada ilmu sosial termasuk Ilmu ekonomi, contohnya-perumusan sebagai berikut :

Ali Cinta Bonita, dan Bonita Cinta Dahlan. Kalau ini dinyatakan dengan Persamaan Matematika, A C B dan B C D, maka kesimpulan secara logika matematika, lalu menjadi kesimpulannya Ali Cinta Dahlan? Jadi menjadi runyam iya?

Beliau menutup kuliahnya, bahwa Ilmu Ekonomi tetaplah Ilmu Sosial, dan bukan Ilmu Matematika. Dan, di dalam menjelaskan, menyelesaikan masalah ekonomi tidaklah ada penyelesaian yang pasti! Dan para ekonom haruslah bijak didalam menyelesaikan masalah ekonomi!. (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.

 

 

 

 

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load