Kebijakan Mendukung Buaya Hidup

Selasa , 16 November 2021 | 07:59
Kebijakan Mendukung Buaya Hidup
Sumber Foto : Istimewa
Marzuki Usman
POPULER

PADA suatu hari, pada bulan September 1973, di Ruang Seminar dari School of Biznes, Duke University, Durham, North Carolina, USA, penulis ikut seminar ini, karena terbuka pesertanya kepada semua mahasiswa S2 dibidang Studi Ilmu Ekonomi.

Topik dari pada seminar itu adalah seperti yang tertera diatas. Pemakalah tunggal adalah Prof. Dr. Roy Kelly, seorang Ahli Kebijakan Perusahaan (Biznes Policy), yang terkenal di Amerika Serikat.

Pada waktu itu, Prof. Dr. Roy Kelly berujar bahwa, “Setiap Direktur Utama dari Perusahaan yang bersangkutan (CEO of The Company) haruslah pandai dan cerdik (Knowlegable and Smart), sehingga dia terhindar mengambil, “Kebijakan Bisnis Seperti Mendukung Buaya Hidup (Carying Living Crocodile Biznes Policy). Profesor Kelly lalu bertanya sendiri, “Kenapa (Why?)”

Lalu Beliau menjawab sendiri sebagai berikut. “Jika anda mendukung buaya hidup, paling ringan resikonya ialah belakang berdarah-darah, dicakar oleh kuku tangan dan kaki dari buaya itu!”

Dan lebih jauh Beliau, Prof. Dr. Roy Kelly berujar lagi, “Jika anda tidak waspada bisa-bisa kepala anda habis dilahap oleh buaya itu!”

“Apa artinya?” Ujar beliau meneruskan ceramahnya. “Di dunia bisnis kalau anda sebagai Direktur Utama (CEO) kurang pandai dan cerdik, maka perusahaan anda bisa-bisa tutup warung, alias bangkrut.

Dan para pemegang saham, pastilah akan memecat anda!” Dan Beliau melanjutkan lagi “Bahwa hal yang seperti ini bisa juga terjadi di Sektor Publik (Pemerintahan). Jika Kepala Daerah, yakni para Bupati dan atau Gubernur, dan Beliau-beliau itu melakukan Kebijakan Mendukung Buaya Hidup, maka mereka pastilah akan dimakzulkan oleh rakyatnya”.

Moral dari ceramah Beliau itu, ialah kepada semua Pemimpin, janganlah pernah mengambil Kebijakan Mendukung Buaya Hidup!

Insya Allah dengan demikian para rakyat atau pemegang saham akan merasa puas sekali dibawah pimpinan anda! (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.

 

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load