Menelisik Makna: TNI Adalah Kita

Senin , 08 November 2021 | 17:15
Menelisik Makna: TNI Adalah Kita
Sumber Foto : Istimewa
Jenderal TNI Andilka Perkasa
POPULER

KEPALA Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan judul vision statement yang pendek, TNI Adalah Kita, saat rapat dengar pendapat umum di Komisi I DPR, Sabtu, 6 Oktober 2021. Pemilihan judul itu adalah karena ingin melihat masyarakat Indonesia maupun internasional sebagai kita atau mereka melihat TNI sebagai bagian dari mereka.

Meskipun hanya terdiri dari tiga kata tapi kalimat ini lentur. Maknanya luas dan mendalam. Bisa dikaitkan secara khusus dengan posisi TNI di masyarakat akhir-akhir ini. Terhubung dengan situasi domestik dalam arti yang lebih luas maupun dalam perspektif regional. Tersangkut pula dengan keterbatasan anggaran belanja. Masih banyak lagi.

Jadi kurang lebih, judul vision statement itu mengingatkan bahwa TNI itu adalah bagian dari kita, setelah sekian lama posisinya antara ada dan tiada.

Kenapa demikian? TNI dihempas badai reformasi belasan tahun lalu. Disudutkan sampai ke barak.

Padahal jati diri TNI tak seperti itu. Ia lahir dari rakyat. Kemudian, TNI tumbuh dan berkembang sebagai organisasi dengan hirarki serta struktur yang jelas dan teratur.
Aparatnya pun disiplin. Taat kepada perintah. A, kata Cilangkap. A pula, ujar aparat di pelosok dan pulau terluar negara ini.


Kelebihan TNI itu tidak dipunyai organisasi yang lain.Tetapi tafsir lebih luas dari judul vision statement itu hanya KASAD yang tahu.


Jangan Lupa

Empat tahun lalu, https://tni.mil.id/view-119571-tni-menampilkan sebuah artikel dengan tema TNI Adalah Kita, TNI Adalah Rakyat Indonesia. Artikel ini pertama kali tayang pada Selasa, 19 September 2017 dan hingga kini sudah dibaca 598 kali. Adminnya menulis...

Jika menarik memori kita ke belakang, Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dikumandangkan pada proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 diperoleh melalui perjuangan melawan penjajah Belanda maupun Jepang.

Perjuangan yang dilaksanakan dalam kurun waktu cukup lama tidak terlepas dari peran dan dukungan rakyat Indonesia, begitu juga dalam perang mempertahankan kemerdekaan perjuangan kegigihan yang ditunjukkan oleh segenap rakyat yang dilaksanakan bahu membahu dengan laskar ketentaraan serta kekuatan angkatan perang Indonesia yang baru terbentuk menunjukkan sumbangsih yang tidak kecil.

Berdasarkan hasil perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan kemampuan angkatan perang dengan dukungan rakyat yang begitu besar merupakan kekuatan sendiri yang menjadi tulang punggung perjuangan.


Kedekatan


Posisi TNI yang berasal dari rakyat dikukuhkan doktrin Perang Rakyat Semesta. Sebuah doktrin yang merujuk kepada pelibatan seluruh komponen rakyat. Dengan demikian apabila negara dalam keadaan darurat atau perang, maka rakyat dilibatkan.
Doktrin ini juga dapat diwujudkan bila terjadi bencana alam. TNI yang memiliki peralatan transportasi lengkap mulai dari udara, laut dan darat serta mempunyai peralatan rehabilitasi konstruksi, dengan mudah dilibatkan. Mereka membantu penduduk yang terkena musibah, sekalipun diri mereka tak terurus.

Bagaimana dengan aparatnya?
Mereka berkualifikasi pandu udara, tetapi mampu memperbaiki atap rumah yang bocor. Menanam pohon singkong semudah menanam ranjau. Berstatus sniper, namun rajin memandikan anak. Di daerah-daerah yang miskin, mereka beternak lele. Membersihkan dan meramaikan rumah-rumah ibadah.


Pemilikan kemampuan profesional disertai pelaksanaan civic mission dalam arti luas maupun sempit nyaris tidak ditemukan di manapun. Inilah pilar yang membuat NKRI teguh. Fakta ini pula yang menegaskan TNI Adalah Kita.


Utuh Menyeluruh

Kondisi di Asia-Pasifik yang tengah beraroma persaingan global antara China-Amerika Serikat terus berkembang ke arah bentuk perang yang konvensional maupun yang belum pernah terwujud sebelumnya.

Dalam konteks ini, menguasai Indonesia yang secara tersamar maupun terang-terangan turut menentukan arah persaingan itu. Bukankah Indonesia mempunyai juga aspek-aspek penentu persaingan itu?
Menanggapi kondisi tersebut, kebijaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif mutlak didukung rakyat, TNI, kepolisian dan komponen masyarakat lainnya. Supaya terdapat kekompakan yang utuh dan menyeluruh.

Judul vision statement yang singkat itu kiranya dapat menggugah ingatan semua pihak tentang jati diri TNI yang belakangan ini kerap dibiaskan. Terlalu besar resikonya, bila tak dibenahi. (Sjarifuddin Hamid)

 

Penulis adalah wartawan senior dan pengamat militer.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load