Lebih Sedikit, Lebih Bagus!

Selasa , 21 September 2021 | 06:39
Lebih Sedikit, Lebih Bagus!
Sumber Foto: Sinarharapan.co
Marzuki Usman

WAKTUNYA awal bulan April 1974, di Kampus Duke University, Kota Durham, Provinsi Carolina Utara, semua pohon di Kampus Duke itu lagi berbunga, dengan beraneka ragam warna.

Itulah musim semi yang dinanti-nantikan oleh umat manusia di belahan bumi, bagian utara. Karena sudah selama 3 bulan mengalami musim dingin, yang menyebabkan lebih banyak orang berdiam di rumah saja.

Pada musim semi ini semua manusia menikmati keindahan alam yang lagi berbunga-bunga, dengan temperatur yang sangat menyenangkan. Perkuliahan di kampus tetap berjalan, dan menyiapkan diri untuk ujian semester pada akhir musim semi.

Penulis mengambil kuliah Strata Dua, S2, untuk kuliah Seminar Keuangan Negara (Public Finance) yang diberikan oleh Prof. Dr. William Yohe (Bill Yohe), seorang ahli Keuangan Negara yang terkenal di Amerika Serikat.

Pengikut kuliah ini hanya 8 (delapan) mahasiswa S2 saja. Dan, penulis cuma satu-satunya mahasiswa asing dari luar Amerika Serikat. Mereka disebut sebagai mahasiswa asing (Foreign Student).

Adapun Topik Kuliah pada waktu itu, adalah Peranan Negara dalam usaha untuk mengkayakan rakyat dari negaranya. Sang Profesor berujar, “Secara Teoritis, semakin sedikit campur tangan Pemerintah, maka semakin kaya atau makmur rakyatnya”.

Beliau meneruskan lagi, “Semakin sedikit peraturan atau perundangan yang mengatur rakyatnya, maka semakin kaya rakyat”. “The Lesser The Better!”

Lalu Beliau melanjutkan lagi kuliahnya, “Mari kita simak pengalaman Negara Uganda di Afrika Barat. Sebelum Presiden Idi Amin menjadi Presiden, Negara Uganda termasuk sebagian salah satu Negara kaya di Afrika Barat. Akan tetapi ketika Idi Amin menjadi Presiden, dan dia seorang Jenderal.

Dia berujar, “Uganda akan saya buat menjadi kaya-raya. Oleh karena itu ikutilah bicara saya!” Semua kegiatan ekonomi menjadi lebih banyak diatur oleh banyak Undang-undang, atau peraturan-peraturan baru.

Akibatnya, kegiatan pelaku ekonomi swasta semakin menciut. Para pengusaha yang punya kemampuan, pada meninggalkan negara Uganda. Terjadilah eksodus alias pelarian sumber daya ekonomi keluar negeri.

Karena semakin banyak Peraturan dan Perundangan, maka semakin menciut perekonomiannya. Akibat selanjutnya, negara Uganda menjadi negara miskin di Afrika Barat.

Prof. Bill Yohe berujar lagi, “Anda-anda yang mengerti Ilmu Keuangan Negara (Public Finance), adalah menjadi kewajiban bagi anda, apabila ada keadaan seperti ini, maka anda wajib menulisnya, supaya menjadi tambahan Studi Kasus (Case Study) pada Ilmu Keuangan Negara (Public Finance!). Ini adalah Kewajiban Moral (Moral Obligation) dari Para Ahli Keuangan Negara (Public Finance Expert).

Profesor Bill Yohe meneruskan lagi amanatnya, “Bahwa Prinsip The Lesser, The Better ini, juga berlaku kepada birokrat-birokrat dari Pemerintah Daerah (Local Goverment).

Pepatah Indonesia kita “Guru yang paling baik adalah pengalaman (Case Studies)“ Pepatah ini berlaku juga kepada stiap insan pengambil keputusan. Semogalah!. (Marzuki Usman)

Penulis adalah ekonom senior dan pendiri pasar modal.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load